Golkar Pecat Anggota DPRD Depok Tersangka Mafia Tanah Jika Terbukti

Nahda Rizky Utami - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 13:12 WIB
Logo Golkar
Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta -

Bareskrim Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia tanah di Depok, salah satunya anggota DPRD Depok dari Fraksi Golkar Nurdin Al Ardisoma. Partai Golkar menyatakan tidak akan segan memecat anggotanya jika terbukti bersalah.

"Apabila terbukti bersalah dan sudah inkrah, akan dipecat secara tidak hormat dan di-PAW, diganti, biar nggak jadi anggota Dewan lagi, dipecat," kata Ketua Umum DPD Partai Golkar Farabi El Fouz saat dihubungi detikcom, Jumat (7/1/2022).

Farabi meminta Nurdin menaati proses hukum yang sedang berjalan. Nurdin juga diminta kooperatif.

"Mendorong yang bersangkutan menaati proses hukum dengan baik dan benar dan kooperatif terhadap para aparat penegak hukum," ujarnya.

Farabi menyebut Nurdin sudah menunjuk kuasa hukum sendiri, sehingga Golkar tidak memberikan bantuan hukum.

"Saat ini tidak (Golkar tidak memberikan bantuan hukum). Yang bersangkutan sudah punya bantuan hukum sendiri, jadi Partai Golkar tidak memberikan bantuan hukum," ucap Farabi.

Lebih lanjut Farabi mendukung pemberantasan mafia tanah dan mendorong agar Nurdin dapat diadili seadil-adilnya. Farabi juga menegaskan, jika Nurdin tidak kooperatif, sanksi yang diberikan kepada Nurdin akan turun lebih cepat.

"Saya dan Golkar mendukung pemberantasan mafia tanah beserta antek-anteknya dan mendorong agar diadili seadil-adilnya," tutur Farabi.

"Harus kooperatif. Kalau nggak kooperatif, akan sanksi turun lebih cepat kalau terbukti tidak kooperatif," tambahnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Eko Herwiyanto dan anggota DPRD Depok bernama Nurdin Al Ardisoma sebagai tersangka kasus mafia tanah. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian.

"Sebenarnya ada empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama," ujar Rian saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/1/2022).

Dari data yang dihimpun detikcom, empat tersangka yang dimaksud Andi adalah Eko Herwiyanto, Hanafi, Nurdin Al Ardisoma, dan Burhanudin Abubakar. Penetapan tersangka tertuang dalam surat Direktorat Tindak Pidana Umum bernomor B/55a/XII/2021/DITTIPIDUM yang diteken pada 27 Desember 2021.

Salah satu tersangka adalah Eko Herwiyanto, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok. Ketika perkara ini terjadi, Eko adalah Camat Sawangan.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KKUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat dan/atau memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan/atau penipuan atau penggelapan dan pertolongan jahat.

(dek/gbr)