Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penganiaya ODGJ di Cianjur hingga Tewas

Antara News - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 01:24 WIB
Polisi bongkar dan autopsi makam ODGJ yang diduga tewas dikeroyok
Polisi bongkar makam-autopsi ODGJ di Cianjur yang tewas dianiaya (Foto: Ismet Slamet)
Jakarta -

Polres Cianjur, Jawa Barat, mengungkap pelaku penganiayaan terhadap Sutar (45), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), warga Desa Padamulya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, hingga meninggal dunia. Keempat pelaku penganiayaan itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Keempat tersangka tersebut M (36), HS (19), J (39), dan MY (26) merupakan warga Desa Padamulya," kata Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, di Cianjur, seperti dilansir dari Antara, Jumat (7/1/2022).

Pelaku ditetapkan tersangka karena terbukti bersalah dengan sengaja melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti kayu, golok, dan borgol dari tangan para pelaku.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan penganiayaan di muka umum secara bersama-sama. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara.

"Korban dianiaya dalam kondisi tangan terborgol dan kepala ditutupi kain, setelah meninggal, korban ditinggalkan di pinggir jalan. Selama ini, korban sudah beberapa kali dipasung karena kerap mengamuk dan menyerang warga," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sutar meninggal dunia dalam pasungan. Sebelumnya korban ditemukan di pinggir jalan dengan berbagai luka penganiayaan hingga darah mengalir dari beberapa bagian tubuhnya.

Informasi yang dihimpun detikcom, aksi penganiayaan Sutar terjadi pada 20 November 2021 lalu. Namun tak ada yang mengetahui persis aksi penganiayaan tersebut.

Korban ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi kepala terbungkus kain, dengan tangan dan kaki terikat. Selain itu di sekujur tubuh korban juga ditemukan darah yang mulai mengering.

"Pa Sutar ini awalnya dipasung oleh warga, karena kerap meresahkan. Bahkan sempat juga dipasung oleh keluarganya. Tapi kabur dari pasung. Saya dapat kabar dari perangkat desa, ditemukan di pinggir jalan. Saya langsung siapkan mobil untuk evakuasi dan membawa pak Sutar ke pemasungannya," ujar Kepala Desa Padamulya, Parno.

"Saat itu saya hanya menyediakan mobil, yang jemput juga pegawai saya. Jadi tidak tahu kondisinya seperti apa. Yang jelas laporan ke saya masih dalam keadaan hidup," tambahnya.

Parno mengaku jika dirinya mengetahui kondisi korban memprihatinkan sehari setelahnya, dimana korban diketahui meninggal dunia di dalam tempat pemasungan.

"Besoknya saya dapat kabar jika pak Sutar meninggal dunia. Setelah dicek, kondisinya memang parah seperti telah mengalami penganiayaan," tuturnya.

(fas/fas)