Polisi: Pengeroyokan Sekeluarga di Jaktim Bukan Gegara Ucapan Natal

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 12:57 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Satu keluarga di Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim), jadi korban pengeroyokan oleh tujuh orang pelaku. Polisi membantah penyebab pengeroyokan diakibatkan ucapan selamat Natal.

"Bukan (karena ucapan selamat Natal)," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

Budi menjelaskan pemicu pengeroyokan tersebut adalah cekcok lantaran salah satu pelaku terlibat serempetan motor dengan korban. Merasa tak senang, pelaku pun memanggil teman-temannya lalu mengeroyok satu keluarga tersebut.

"Cekcok awalnya adalah karena keserempet motor. Jadi dari di depan rumah itu ada serempetan motor antara pelaku dan korban. Cekcok nggak terima dimarahin, pelaku balik membawa teman-temannya langsung mengeroyok satu keluarga," ungkap Budi.

Saat mengeroyok, pelaku yang berjumlah tujuh orang itu diketahui sedang dalam keadaan mabuk. Tiga pelaku berhasil ditangkap, empat orang lainnya masih dalam perburuan polisi.

"Apalagi mungkin dalam keadaan mabuk yang masih kita dalami, ya dari itulah dia membawa teman-temannya," tutur Budi.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kasus pengeroyokan satu keluarga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Tiga orang pelaku berhasil diamankan, sedangkan empat lainnya berstatus DPO.

"Dilakukan oleh pelaku ada tujuh orang, yang sudah tertangkap ada tiga. Masih ada empat DPO," kata Kombes Budi Sartono kepada wartawan di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (6/1/2022).

Ketiga pelaku tersebut berinisial AE (53), VO (23), dan AA (20). Ketiganya ditangkap oleh jajaran kepolisian Polsek Makassar pada Senin (4/1).

Atas perbuatannya, tujuh pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara, 7 tahun penjara, dan 5 tahun penjara.

"Barang buktinya sepeda motor, 1 BPKB, gitar warna cokelat, gitar kecil, satu buah TV, ini yang diamankan. Bagaimana sadisnya, melakukan pengeroyokan dan juga ternyata melakukan pencurian dengan kekerasan," terang Budi.

(isa/mei)