Terbukti Korupsi, 2 Terdakwa Kasus ASABRI Divonis 10 dan 13 Tahun Penjara

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 22:28 WIB
Sidang vonis 2 terdakwa kasus ASABRI (Zunita-detikcom)
Sidang vonis 2 terdakwa kasus ASABRI. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations Jimmy Sutopo divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan Jimmy terbukti melakukan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ASABRI.

"Mengadili menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU, menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp 750 juta dengan ketentuan kurungan selama 6 bulan," ujar hakim ketua IG Eko Purwanto saat membaca putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan. Sama dengan Jimmy, Lukman juga terbukti korupsi di kasus ASABRI.

Jaksa mengatakan Jimmy dan Lukman menerima aliran dana terkait korupsi ASABRI. Hakim menyebut Jimmy Sutopo menerima aliran dana sebanyak Rp 5,6 triliun, sedangkan Lukman menerima Rp 1,3 triliun.

"Menimbang terdapat aliran dana kepada Adam Damiri, Sonny Widjaja, Hari Setianto, Ilham Wardhana, Heru Hidayat, Jimmy Sutopo, dan Lukman Purnomosidi. Benny Tjokro dan Jimmy Sutopo menerima aliran sebesar Rp 5,968 triliun, yakni dana investasi kepada Benny Tjokrosaputro, Lukman Purnomosidi, dan Dani Bustomi menerima Rp 1,318 triliun," ujar hakim Rosmina.

Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Lukman Purnomosidi, yakni uang pengganti Rp 715 miliar subsider 4 tahun kurungan. Sedangkan Jimmy Sutopo diwajibkan membayar uang pengganti Rp 314,8 miliar subsider 4 tahun kurungan.

Terbukti Rugikan Negara Rp 22 Triliun

Hakim juga menyatakan perbuatan keduanya bersama mantan Dirut ASABRI Adam Damiri, Sonny Widjaja dkk, telah merugikan keuangan negara. Hakim menyatakan kerugian negara akibat perbuatan mereka senilai Rp 22 triliun.

"Menimbang bahwa dengan demikian kerugian negara pada PT ASABRI 2012-2019 menurut pendapat hakim sudah terang dan pasti yakni Rp 22,788 triliun. Menimbang berdasarkan pertimbangan tersebut maka substansi penasihat hukum tentang kerugian negara tak beralasan demi hukum harus dikesampingkan. Menimbang majelis berpendapat unsur kerugian negara atau perekonomian negara telah terpenuhi," papar hakim anggota Rosmina.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.