Genjot Pariwisata, Kota Mojokerto Kini Punya 2 Unit Shuttle Car

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 19:08 WIB
Genjot Pariwisata, Kota Mojokerto Kini Punya 2 Unit Shuttle Car
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto beberapa waktu lalu menguji coba shuttle car penghubung tempat-tempat wisata di Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turut ikut menjajal shuttle car berkapasitas 14 dan 20 orang.

Saat uji coba tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu didampingi Kepala Dinas Perhubungan kota Mojokerto Endri Agus Subianto, serta Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan kota Mojokerto Ani Wijaya.

Uji coba itu mengambil rute dari Rumah Rakyat Jalan Hayam wuruk No. 50, melewati Jembatan Gajah Mada, Simpang Benteng Pancasila, Jalan Bhayangkara, Majapahit Selatan, Bentar, Jalan Brawijaya, Jalan Tribuwana Tungga Dewi, Jalan Surodinawan, Jalan Ketidur, Jalan Blooto, Jembatan Rejoto, Alun-alun Kota, dan kembali lagi ke Rumah Rakyat.

Ning Ita menyampaikan Pemkot Mojokerto menyediakan shuttle car untuk mendukung pengembangan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

"Di tahun pertama ini kami siapkan dua unit shuttle car, nanti kita melihat animo dari masyarakat, apabila memang animonya tinggi maka kita akan menambah sesuai kebutuhan dalam rangka mendukung pengembangan kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya" jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/1/2022).

Nantinya, lanjut Ning Ita, shuttle car ini akan dioperasikan berkeliling ke beberapa spot wisata baik wisata belanja, maupun wisata kuliner yang ada di Kota Mojokerto dengan entry point berada di Rest Area Gunung Gedangan.

Ning Ita menuturkan shuttle car akan diperuntukan bagi pengunjung Rest Area Gunung Gedangan yang sudah berbelanja dengan minimal tertentu. Struk pembelian bisa ditukarkan dengan tiket naik shuttle car gratis berkeliling Kota Mojokerto.

"Jam operasional nanti nya kita akan mengikuti jam keramaian di Rest Area sampai jam berapa, tergantung animo masyarakat, kita menyesuaikan, tidak bisa dipatok waktunya" ungkap Ning Ita.

(akd/ega)