UMKM Binaan Pemkot Mojokerto Mulai Banjir Orderan Usai Disuntik Modal

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 09:45 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Kelompok usaha bersama (Kube) dari wirausahawan baru binaan inkubasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto mulai kebanjiran order setelah mendapatkan bantuan modal melalui dana bergulir (dagulir) dan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga ringan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengaku senang dengan perkembangan Kube. Ia menyarankan kalau ada UMKM yang butuh modal lagi untuk segera ajukan kredit kembali.

"Kalau dapat order dan sudah kewalahan modal, silahkan ajukan bantuan kredit melalui pendamping masing-masing untuk diajukan ke Dinas. Akan kami fasilitasi melalui dagulir serta kredit usaha mikro," ungkap wanita yang akrab disapa Ning Ita tersebut dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Selain mengucurkan modal, Ning Ita juga akan memberikan fasilitas pemasaran bagi para UMKM Mojokerto. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyediakan dua tempat yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk berjualan. Sistem daring pun turut dimanfaatkan untuk lebih memaksimalkan pendapatan para UKM di Mojokerto.

"Selain menyiapkan marketplace untuk penjualan melalui online, kita juga menyediakan dua lokasi strategis untuk jualan, yakni di Gerai Dekranasda Mall Pelayanan Publik serta Stand UMKM di lantai dua Sunrise Mall," kata Ika.

Selain memberikan beragam fasilitas, Ika juga mengatakan para pelaku UMKM harus memiliki kesabaran dalam menjalankan usaha mereka. Mengingat setiap bisnis apapun pasti akan mengalami pasang surut dan itu adalah hal yang wajar terjadi.

"Pasang surut dalam usaha itu wajar, jangankan yang baru mulai usaha, yang sudah besar dan lama berbisnis pun juga mengalami hal itu. Makanya kuncinya harus sabar dan istiqomah," tambah Ika.

Sementara itu, Kiki Agustin salah seorang wirausahawan yang tergabung dalam Kube menjelaskan, mengakui bantuan modal dan pelatihan yang diberikan manfaat bagi usahanya dalam bidang jajanan tradisional.

"Kue basah buatan kita lebih unggul dari sisi rasa dan bentuk, karena saat pelatihan inkubasi kemarin, kita diajari oleh Chef dari hotel dan didampingi oleh pendamping dari pemilik usaha kue kenamaan Kota Mojokerto," ungkap Kiki.

Dari sisi orderan pun mengalami peningkatan. Kini, Kiki sudah mampu untuk melayani pesanan untuk acara-acara besar seperti hajatan.

"Minggu kemarin dapat pesanan kue donat, kroket dan putri ayu untuk hajatan warga. Minggu depan juga ada pesanan lagi juga untuk acara hajatan," pangkas Kiki.

Simak Video 'Menkeu Sri Mulyani: Transformasi Digital Kunci Bagi Pelaku UMKM':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)