Anjuran Satgas COVID-19 Cegah Transmisi Komunitas Kasus Omicron

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 17:50 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas COVID-19 membeberkan upaya dalam mencegah penularan Corona varian Omicron. Pencegahan itu dilakukan pada pintu kedatangan internasional dan mencegah penularan komunitas.

"Dengan kondisi 152 kasus Omicron, dimana 6 kasus di antaranya merupakan kasus berasal dari nonpelaku perjalanan luar negeri sudah sepatutnya kita segera melakukan penanganan ganda tidak hanya di pintu kedatangan, namun juga di komunitas untuk memutus rantai penularannya segara," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito melalui siaran YouTube BPNP, Selasa (4/1/2022).

Pencegahan di Pintu Masuk RI

Wiku menyebut upaya pertama yang dilakukan pemerintah adalah mengatur kedatangan internasional. Wiku menyebut arus kedatangan orang dari luar negeri harus dibatasi.

"Pertama upaya yang dapat dilakukan pintu kedatangan luar negeri di antaranya mengatur arus kedatangan pelaku perjalanan. Hal ini menjadi penting mengingat kepadatan pelaku perjalanan dapat berpengaruh pada semakin besarnya peluang kasus importasi masuk maupun penularan antar penumpang," kata dia.

Wiku menjelaskan bahwa pemerintah telah menentukan syarat pelaku perjalanan bagi tiap-tiap negara. Syarat itu, kata dia, diatur berdasarkan penularan Omicron di negara tersebut.

"Untuk itu pemerintah Indonesia sendiri telah menentukan perbedaan syarat kedatangan pelaku perjalanan dari penggolongan negara berdasarkan angka kasus transmisi komunitas yang terjadi serta pembatasan pintu masuk luar negeri bagi WNA maupun WNI yang saat ini melalui 3 pintu kedatangan untuk moda udara, 3 pintu kedatangan moda laut dan 3 pintu kedatangan pos lintas batas negara yang sesuai dengan SK Kasatgas Nomor 1 tahun 2022," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga menambah alat untuk diagnostik COVID-19. Wiku juga meminta agar pelaku perjalanan disiplin melakukan karantina.

"Lalu upaya testing dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini seperti SGTF dan WGF sebagai pelengkap alat diagnostik yang gold standar yaitu PCR serta disiplin melakukan karantina bagi pelaku perjalanan yang negatif dan isolasi bagi pelaku perjalanan yang positif," katanya.

"Kedua upaya ini fokus menskrining dan penanganan kasus positif agar sembuh sebelum boleh melanjutkan mobilitas serta menekan peluang angka kasus positif yang lolos ke komunitas," lanjutnya.

Simak pencegahan penularan Omicron tingkat komunitas pada halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Tito Terbitkan Inmendagri, Jakarta PPKM Level 2 Lagi':

[Gambas:Video 20detik]