ADVERTISEMENT

Bupati Bogor Soroti Kerumunan Milad Front Persaudaraan Islam, Rumuskan Denda

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 12:14 WIB
Bupati Bogor, Ade Yasin
Ade Yasin (Rizky/detikcom)
Bogor -

Zikir akbar dan milad Front Persaudaraan Islam ke-1 di Puncak tetap digelar meski tidak mendapat izin dari Satgas Penanganan COVID-19 Bogor. Bupati Bogor Ade Yasin pun mengevaluasi acara yang menimbulkan kerumunan tersebut.

"Terutama kerumunannya. Tapi memang di sana kan parkiran itu kapasitasnya kecil. Jadi terlalu membeludak ditambah dengan macet yang parah. Satu arah kan ke bawah sampai malam, jadi yang hadir juga tidak maksimal. Karena memang kehadang sama macet," ujar Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (4/1/2022).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor tersebut akan merumuskan denda apabila ditemukan kerumunan serupa. Terutama apabila tidak mendapat izin dari Satgas Penanganan COVID-19.

"Ini juga sedang dirumuskan sama Satgas untuk denda ya, mudah-mudahan. Karena kan itu kita sudah melarang, ya. Ada surat larangan tapi dikerjakan," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, zikir akbar dan milad Front Persaudaraan Islam digelar di pelataran Masjid At-Ta'awun, Cisarua, Bogor. Massa memadati acara zikir akbar dan milad Front Persaudaraan Islam.

Acara tersebut dijaga ketat oleh petugas gabungan TNI-Polri. Tampak petugas TNI-Polri menjaga ketat dengan perlengkapan lengkap di lokasi.

Ade Yasin sebelumnya menjelaskan alasan pihaknya tidak membubarkan acara itu. Dia menyebut, jika dibubarkan, justru menurutnya akan tidak kondusif.

"Karena memang ramai, sudah ramai, sudah masang juga. Sudah banyak orang, kalau kita paksakan bubar, tidak kondusif," kata Ade Yasin saat ditemui di Gedung Bappenda, Jalan Tegar Beriman, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/1).

Simak Video: Aparat Bersiaga Jelang Milad ke-1 Front Persaudaraan Islam

[Gambas:Video 20detik]



(lir/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT