Alasan Bupati Bogor Tak Bubarkan Milad Front Persaudaraan Islam

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 06:55 WIB
Zikir akbar dan milad Front Persaudaraan Islam digelar di pelataran Masjid At-Taawun, Cisarua, Bogor. Dijaga ketat petugas gabungan TNI-Polri, massa memadati acara zikir akbar dan milad Front Persaudaraan Islam.
Dijaga Ketat TNI-Polri, Massa Padati Milad Front Persaudaraan Islam (Foto: (Tim detikcom))
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin tak membubarkan milad Front Persaudaraan Islam (FPI) di pelataran Masjid At-Ta'awun Puncak. Apa alasan Ade membiarkan acara yang tidak mengantongi izin dari Satgas COVID-19 itu tetap berjalan?

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan acara itu sudah terlanjur ramai. Jika dibubarkan justru menurutnya akan tidak kondisif.

"Karena memang ramai, sudah ramai, sudah masang juga. Sudah banyak orang, kalau kita paksakan bubar tidak kondusif," kata Ade Yasin saat ditemui di Gedung Bapendda, Jalan Tegar Beriman, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/1/2021).

"Ya akhirnya kita kemarin bernegosiasilah dengan mereka (Front Persaudaraan Islam)," sambung dia.

Ade menilai saat itu tidak memungkinkan untuk membubarkan jemaah yang sudah hadir. Karena itu, Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor ini akhirnya meminta panitia acara membatasi waktu hanya sampai pukul 22.00 WIB.

"Karena kan tempatnya juga tidak terlalu luas karena halaman parkir itu ya. Tempatnya tidak terlalu luas. Kita minta agar mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Ade.

"Kita minta lebih awal pulangnya selesai jadi seharusnnya kan biasanya sampai jam 02.00 WIB pagi kan acara itu, tapi kita minta batas sampai jam 22.00 saja, jadi setelah zikir baru ceramah gitu," imbuh dia.

Ade menyatakan keputusan itu merupakan kesepakatan bersama. Dia menyebut personel TNI-Polri yang pada malam acara turut berjaga, juga memastikan jemaah menerapkan protokol kesehatan.

"Ya kita pantau semua. TNI, polisi juga ikut mengamankan agar juga mereka tidak melanggar protokol kesehatan, saya kira ini win-win solution ya untuk supaya juga kondisi kondusif. Jadi tidak terlalu banyak juga sih, karena kan memang tempatnya," terang Ade.

Lebih lanjut, politikus PPP ini mengatakan tidak ada sanksi yang dijatuhkan terkait acara itu. Sebab, pihaknya telah bernegosiasi dengan penyelenggara untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama acara berlangsung.

"Ya karena memang kita sudah bernegosiasi dengan mereka supaya mereka kita saling menjagalah. Supaya tidak terjadi lonjakan orang dan juga protokol kesehatan yang ketat gitu," ungkap Ade.

"Karena kondisinya sudah ramai, tapi memang ditolong oleh kemacetan yang luar biasa sehingga tidak banyak juga," tambah dia.

Simak terkait acara milad FPI tersebut, di halaman berikut

Simak Video: Aparat Bersiaga Jelang Milad ke-1 Front Persaudaraan Islam

[Gambas:Video 20detik]