Aturan Jam Operasional Truk di Bogor Barat Mulai Berlaku, Pelanggar Ditilang

ADVERTISEMENT

Aturan Jam Operasional Truk di Bogor Barat Mulai Berlaku, Pelanggar Ditilang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 20:19 WIB
Bupati Bogor, Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin (Wilda/detikcom)
Bogor -

Pemerintah Kabupaten Bogor mengatur jam operasional truk tambang yang melintas di Bogor Barat, yakni mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pelanggar akan dikenakan sanksi tilang.

"Jam 20-00-05.00 WIB, ada (petugas yang berjaga di setiap titik)," kata Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui di Gedung Bapendda, Jalan Tegar Beriman, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/1/2022).

Ade Yasin mengatakan aturan jam operasional itu sudah mulai berlaku sejak 30 Desember 2021. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menerapkan sanksi tilang bagi pengemudi truk yang melanggar.

"Sudah per 30 Desember. Kalau melanggar disuruh minggir tidak boleh jalan. Ditilang juga karena kan kita kerja sama juga dengan kepolisian ya," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Ade Yasin telah menggelar rapat bersama jajaran Pemkab lainnya membahas penanganan kemacetan di wilayah Bogor Barat. Dalam rapat itu, Ade Yasin meminta Sekda membuat aturan mengenai jam operasional truk tambang.

Ade Yasin mengatakan wilayah Bogor Barat kerap menjadi titik berputar truk tambang yang tidak bisa lewat Tangerang Selatan. Setidaknya ada 9 titik kemacetan di wilayah Bogor Barat.

"Ketika tidak ada kegiatan pergerakan manusia, mereka baru boleh beroperasi. Malam hari dari jam 20.00 WIB sampai jam 05.00 pagi," kata Ade Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Ade mengungkap aktivitas truk tambang di pagi hari mengganggu kegiatan masyarakat. Selain itu, aktivitas truk 24 jam nonstop berpotensi merusak jalan yang sudah dibangun sehingga Bupati meminta Sekda untuk mengatur jam operasional truk tersebut.

"Ketika pagi banyak kegiatan sekolah dan lain-lain mereka harus stop dulu, harus saling mengerti semua punya kepentingan yang sama. Sebab, ada yang sekolah, ada yang kerja. Mereka harus bisa ngerem, jangan 24 jam terus-menerus, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Juga sangat merusak jalan-jalan yang sudah kita bangun," lanjutnya.

(whn/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT