MenPAN-RB Tak Setuju Usul Polri di Bawah Kementerian

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 18:07 WIB
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo (Foto: Kadek/detikcom)
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengaku tidak setuju dengan usulan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Agus Widjojo agar Polri berada di bawah Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional. Tjahjo mengatakan kondisi Indonesia berbeda dengan kondisi di negara lain.

"Kalau menurut saya sih, tidak ya. Walaupun di negara-negara lain. Kita kan beda gitu loh, dulu pernah digabung TNI-Polri. Walaupun TNI di bawah Kemhan kan anggarannya aja. Tapi kan tetap yang melantik kepala staf, yang melantik Panglima TNI tetap presiden, sama dengan Kapolri, sama dengan BIN, itu aja," kata Tjahjo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/1/2022).

Tjahjo menilai Polri tidak perlu di bawah kementerian. Menurut dia, kondisi saat ini sudah bagus.

"Menurut saya nggak perlu. Soal Gubernur Lemhannas, usul kementerian keamanan dalam negeri itu it's okay, tapi dalam konteks TNI-Polri saya kira menurut saya seperti ini masih cukup bagus," ujar Tjahjo.

Selain itu, menurut Tjahjo, sampai saat ini belum ada pembahasan usulan agar Polri di bawah kementerian.

"Sampai sekarang, saya sebagai MenPAN, belum pernah ada pembicaraan ke arah sana," ujar Tjahjo.

Usulan Gubernur Lemhannas Agus Widjojo itu sebelumnya disampaikan dalam pernyataan akhir tahun Lemhannas 2021. Dia mengusulkan agar Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional dibentuk. Nantinya, kata Agus, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah kementerian tersebut.

"Kevakuman dalam merumuskan kebijakan keamanan dalam negeri yang membutuhkan lembaga politik tingkat kementerian, yang diberi mandat portofolio keamanan dalam negeri, guna merumuskan kebijakan nasional dalam fungsi keamanan dalam negeri," kata Agus seperti dilihat detikcom, Minggu (2/1).

(knv/haf)