Polisi Diviralkan Anarkis di Malam Tahun Baru, Polda NTT Ungkap Faktanya

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 14:43 WIB
Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto (dok Istimewa)
Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Viral video yang menarasikan anggota Polres Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan tindakan anarkis terhadap warga yang sedang naik motor pada malam tahun baru 2022. Dalam video itu, tampak seorang warga dijatuhkan sekitar tiga anggota diduga polisi secara paksa ke aspal.

Video viral itu berdurasi 1 menit 11 detik. Pengunggah video menulis deskripsi bahwa polisi menganiaya pemuda dari Kelurahan Lape.

"Malam tanggal 1 Januari 2022 datang menimpa pemuda Lape. Kali ini mereka tidak melakukan penangkapan, tapi dengan menganiaya pemuda Lape. Teriakan warga untuk menghentikan kebrutalan oknum anggota Polres Nagekeo tidak diindahkan oleh oknum berseragam ini. Terlihat jelas dalam video salah satu anak muda dicekik, banting di tengah aspal," tulis akun tersebut seperti dilihat, Senin (3/1/2022).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna menjelaskan kejadian itu terjadi saat personel gabungan dari Polres Nagekeo, TNI, dan Satpol PP sedang berpatroli di Penginanga, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Krisna mengatakan masyarakat sedang merayakan malam pergantian tahun.

Namun petugas justru dilempari batu saat sedang memberi imbauan. Lemparan batu nyaris mengenai mereka.

"Saat melakukan patroli, personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP mendapatkan lemparan batu sebanyak empat kali kali yang nyaris mengenai mobil Dalmas Satpol PP dan beberapa anggota yang saat itu sedang melaksanakan patroli dari kerumunan massa yang bereuforia berlebihan menyambut malam pergantian tahun," ujar Krisna seperti dikutip dari situs resmi Humas Polri.

Adapun kejadian itu bermula pada Jumat (31/12), sekitar pukul 23.30 Wita. Krisna mengatakan pemuda Lape mengganggu dan mengejek petugas gabungan sambil naik kendaraan berknalpot tak sesuai dengan standar.

Krisna menyebut petugas mengabaikan ejekan-ejekan para pemuda. Selanjutnya, pada pukul 00.00-00.30 Wita, pada malam pergantian tahun, pemuda itu memblokade ruas jalan utama sehingga menghambat lalu lintas.

"Sekitar pukul 00.00 Wita sampai dengan pukul 00.30 Wita, bertepatan dengan malam pergantian tahun, sekelompok pemuda Lape melakukan konvoi menggunakan R2 dan R4 menggunakan knalpot racing dan memblokir ruas jalan utama sehingga mengganggu para pengguna jalan lainnya yang melintasi jalur tersebut," tuturnya.

Krisna membeberkan imbauan petugas agar para pemuda membubarkan diri kembali diabaikan. Situasi pun memanas sehingga petugas memanggil bantuan ke Mako Polres Nagekeo. Barulah tindakan yang disebut anarkis dalam video viral itu terjadi.

"Sekelompok pemuda tersebut tidak membubarkan diri sehingga beberapa anggota Polres Nagekeo melakukan tindakan preventif terhadap salah satu pemuda Lape yang menggunakan sepeda motor racing," kata Krisna.

Setelah membekuk salah satu pemuda, lanjut Krisna, pelemparan batu kepada petugas kembali terjadi di lokasi. Batu mengenai mobil Satpol PP yang berisi petugas gabungan.

Alhasil, Krisna mengungkapkan anggota terpancing untuk mencari pelaku yang melempar batu. Momen mereka melakukan tindakan tegas itu lantas diabadikan dan diviralkan.

Dalam peristiwa ini, polisi menangkap dua pemuda berinisial AD (19) dan BT (19). Krisna menekankan sepeda motor mereka juga sering meresahkan masyarakat.

"Menurut pengakuan warga setempat, sepeda motor yang dipakai kedua oknum tersebut sudah sering meresahkan masyarakat. Saat ini kedua pemuda ini masih diamankan di Mapolres Nagekeo guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Apabila bersalah, mereka wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya berdasarkan hukum dan aturan yang berlaku," imbuhnya.

(drg/fjp)