Kepala BRIN Klaim Gaji Peneliti Indonesia-Malaysia Setara

Sudrajat - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 11:36 WIB
Jakarta - Kepala Badan Riset dan Invoasi Nasional (BRIN) Dr Laksana Tri Handoko menyatakan gaji dan kesejahteraan para peneliti diaspora di Tanah Air saat ini sudah setara dengan peneliti di negara jiran, Malaysia. Bahkan secara nilai, kalaupun besaran gajinya sama, nilai yang dapat dinikmati para peneliti Indonesia lebih tinggi.

"Kami upayakan peningkatan remunerasi (kompensasi nontunai) bagi peneliti, dan sekarang sudah cukup bila dibandingkan dengan Malaysia. Kalau di Malaysia kan tidak bisa dapat permanent position, paling kontrak. Kalau di sini bisa dapat permanent position jadi value-nya lebih tinggi kalaupun gajinya sama," kata Laksana Tri Handoko dalam program Blak-blakan di detikcom, Senin (3/1/2022).

Saat ini total periset di BRIN dari gabungan entitas, seperti LIPI, BPPT, Lapan, dan Batan, sebanyak 11.476 orang. Jumlah itu di luar peneliti dari kementerian/lembaga sebanyak 1.809 dan akan ada tambahan lagi 2.400-an orang mulai Januari 2022. Selain itu, masih ada 350 lowongan bagi peneliti dari Eijkman dan diaspora. Sedangkan anggaran BRIN pada 2021 sebesar Rp 6,1 triliun dan akan bertambah menjadi Rp 10,5 triliun seiring bergabungnya lembaga-lembaga penelitian di sejumlah kementerian.

Selain soal gaji dan fasilitas, tantangan untuk mendapatkan para peneliti diaspora agar mau kembali ke Tanah Air adalah menyiapkan infrastruktur yang sesuai dengan keilmuan mereka. Kalau orang yang sudah dididik untuk sesuatu yang advanced lalu tak disediakan apa-apa agar dia pulang dan bekerja di sini, kata Laksana Tri Handoko, yang terjadi kemudian adalah bubar.

"Karena itu dia harus ada 'mainan', perlu mengembangkan, mematangkan kepakarannya. Itu yang terjadi dengan saya dan teman-teman angkatan, anak didik almarhum Pak Habibie. Yang tersisa di lembaga-lembaga kita saat ini tak lebih dari 30% lo," paparnya.

Dengan mengungkapkan hal ini, tidak berarti dia menyalahkan mereka yang masih berdiaspora di mancanegara karena, faktanya, memang infrastruktur di sini tidak siap. "Itu yang tak boleh terulang sehingga kita tertinggal dari Malaysia dan Thailand," tegas Laksana Tri Handoko.

Simak juga Video: Blak-blakan Kepala BRIN: Habibie - Megawati Concern dengan Riset

[Gambas:Video 20detik]




(jat/jat)