ADVERTISEMENT

Pro-Kontra Peleburan ke BRIN dan Kekhawatiran Nasib Peneliti Eijkman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 06:30 WIB
Para peneliti Eijkman berpamitan (eijkman_inst)
Para peneliti Eijkman berpamitan. (eijkman_inst)
Jakarta -

Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak akan pernah berjalan mulus-mulus saja, melainkan selalu ada pro-kontra. Seperti kebijakan yang baru-baru ini yakni peleburan Tim Waspada COVID-19 dari Lembaga Eijkman (WASCOVE) ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peleburan itu diketahui dari unggahan Eijkman Institusi. Melalui aku Twitternya, Eijkman undur diri alias pamit per tanggal 1 Januari 2022. Kegiatan di Eijkman akan diambil ali oleh Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional,

"Mulai tanggal 1 Januari 2022, kegiatan deteksi COVID-19 di PRBM Eijkman akan diambil alih oleh Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional," cuit akun Twitter Eijkman diakses detikcom pada Sabtu (1/1/2022).

Cuitan perpisahan itu lantas dibalas oleh warganet. Tentunya ada beragam respons yang diungkapkan, mulai dari kesedihan hingga ada juga yang bertanya-tanya.

"Lho kok? Kenapa begitu? Independensi eijkman gmn? Jujur aku berharap eijkman bisa bikin obat covid, paling tdk vaksin yg cocok dng kondisi Indonesia," tulis @Ca**_**.

"Jadi Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute masih ada atau bubar jalan? Sedih mendengarnya. Padahal Pak Habibie dan Pak Sangkot bersusah payah menghidupkan kembali pasca tragedi Achmad Moechtar yg mati suri," tulis @du***.

"Sedikit sedih, eijkman sejarahnya sgt panjang semoga tetap independen, sukses selalu," tulis @AL****.

"Terima kasih atas kerja keras & pengabdiannya WASCOVE Eijkman Institute. Hormat & apresiasi setinggi-tingginya dari kami semua rakyat Indonesia. Jangan berhenti untuk terus berkontribusi demi bangsa yang kita cintai ini," demikian kata @Ha******.

Bukan hanya warganet, tanggapan terkait peleburan Eijkman itu juga datang dari senayan. Beberapa dari mereka ada yang mengkritik terkait program riset dan nasib para peneliti Eijkman ke depan.

PD Singgung Memori Publik soal TWK KPK

Legislator Partai Demokrat Sartono Hutomo menyinggung memori publik terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK.
Menurut Sartono, BRIN harus memikirkan nasib para pegawai dan ilmuwan Eijkman usai adanya peleburan itu. Jangan sampai ada kesan menyingkirkan, dia menarik kembali momen pegawai KPK yang diberhentikan lewat proses TWK.

"Problem utama setiap peleburan itu ada 2 hal. Pertama, masalah SDM; yang kedua adalah persoalan quality control. Masih hangat di memori masyarakat kita bagaimana dengan alasan ujian TWK beberapa penyidik senior di KPK disingkirkan. Kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan yang kompeten ini harus dijawab dengan baik oleh pihak BRIN," kata Sartono, kepada wartawan, Minggu (2/1/2022).

Anggota Komisi VII DPR ini mengatakan masalah SDM itu tidak akan jadi polemik jika ada tanggung jawab ke depan. Ditambah, menurutnya, agar tidak ada spekulasi lain karena BRIN terkait dengan partai politik.

"Hal tersebut tentu tidak akan jadi polemik berkepanjangan seandainya kualitas dan quality control-nya bisa dipertanggungjawabkan. Terlebih lagi struktur organisasi dari BRIN ini sejak awal tidak bisa dipisahkan dari partai politik tertentu," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Simak Video: Blak-blakan Kepala BRIN: Habibie - Megawati Concern dengan Riset

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT