ADVERTISEMENT

Warga Tutup Akses Jalan ke TPA di Polman Karena Cemari Lingkungan

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 01:28 WIB
Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ditutup warga. Penutupan dilakukan warga karena keberadaan TPA tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan.
Warga tutup akses jalan menuju TPA di Polman. (Abdy/detikcom)
Polewali Mandar -

Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ditutup warga. Penutupan dilakukan warga karena keberadaan TPA tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan.

"Masalahnya pertama karena pencemaran, kedua memang lokasi itu sudah penuh, kemudian ketiga, penataannya di situ kurang bagus, akhirnya mengeluarkan bau tidak sedap di lingkungan ini. Akhirnya masyarakat protes minta ditutup," ujar Kepala Desa Paku, Syarifuddin kepada wartawan, Minggu (2/1/2022).

Sejak ditutup Sabtu (1/1) kemarin, akses jalan menuju TPA Binuang dijaga warga setempat. Hanya kendaraan umum yang diperbolehkan melintas. Armada pengangkut sampah milik pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tidak boleh lewat.

Akses jalan yang ditutup warga berada di Desa Paku, Kecamatan Binuang. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Desa Amola. Jalan ditutup menggunakan portal bambu yang diberi spanduk bertuliskan 'Selamat Tinggal TPA Binuang'.

Warga juga memasang baliho, menampilkan foto surat pernyataan Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, Nomor: P.13/BUPATI/660/06/2021, terkait penutupan TPA Binuang, Desember 2021. Surat pernyataan itu ditandatangani di atas materai 8 Juni 2021 lalu.

"Menurut masyarakat sudah tidak ada jalan, ditutup ya ditutup. Apalagi sebelumnya warga telah memberikan kesempatan kepada pemerintah kabupaten, mencari lokasi baru untuk dijadikan tempat pembuangan akhir sampah," terang Syarifuddin.

Kendati begitu, Syarifuddin menyebut adanya kemungkinan akses jalan menuju TPA dibuka kembali, jika terjadi kesepakatan antara warga dan pemerintah.

"Kecuali kalau memang ada kesepakatan antara pihak kabupaten dengan masyarakat, apapun kesepakatannya, bisa saja ada perubahan, kalau ada kesepakatan, karena selama ini masyarakat tetap meminta agar TPA ditutup," pungkasnya.

Imbas penutupan TPA Binuang, menimbulkan tumpukan sampah yang tersebar pada sejumlah tempat strategis di Kabupaten Polewali Mandar.

Seperti yang terlihat di Jalan Raden Subakir, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Setidaknya ada tiga titik tumpukan sampah di jalan menuju terminal Wonomulyo ini.

Warga meminta pemerintah serius menangani persoalan ini. Apalagi, tumpukan sampah tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengganggu aktivitas warga karena mengambil sebagian badan jalan, hingga menimbulkan bau busuk.

(rfs/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT