Kades Pecat Staf, Kantor Desa di Polman Sempat Disegel Warga

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 00:46 WIB
Polewali Mandar -

Kantor Desa Campurjo di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), disegel warga menggunakan balok kayu dan bambu. Sebabnya, warga tak terima keputusan Kepala Desa (Kades) Campurjo, Usman Padong, yang memecat salah satu stafnya bernama Budiono.

Dari rekaman video pendek yang beredar luas di media sosial, warga juga membuat coretan pada dinding kantor desa, serta menutup pintu gerbang kantor desa menggunakan balok kayu, bambu, hingga seng.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wonomulyo, Samiaji, mengaku aksi penyegelan itu dilakukan puluhan warga setempat, pada Minggu (2/1) siang . Menurutnya, aksi terjadi karena kesalahpahaman antara Kades Campurjo dengan bawahannya yang telah dipecat.

"Sebenarnya ini cuman miss komunikasi antara kepala desa Pak Usman Padong dengan salah satu kaur-nya. Memang kemarin ada hal yang membuat Pak Usman Padong itu naik pitam sehingga memecat kaurnya. Miss komunikasi sebenarnya sehingga terjadi penyegelan," ungkap Samiaji kepada wartawan, Minggu (2/1/2022).

Menurut Samiaji, penyegelan Kantor Desa Campurjo hanya berlangsung beberapa jam. Bersama kepolisian, pihaknya langsung memediasi warga agar membuka segel yang menghalangi akses jalan masuk ke kantor desa.

"Tadi kita dari forum pimpinan kecamatan termasuk Pak Kapolsek, sudah mengadakan pertemuan, membahas supaya pelayanan di Kantor Desa Campurjo itu tetap bisa berjalan, dan akhirnya disepakati, penyegelan kantor desa dibuka," ujarnya.

Lanjut kata dia, dalam mediasi tersebut disepakati untuk mengaktifkan kembali Budiono yang telah dipecat. Sebelumnya, Budiono menjabat sebagai staf perencanaan Desa Campurjo.

"Dikembalikan (Budiono) tetap bekerja, di desa sembari menunggu juga nanti pelantikan kepala desa yang baru," tutup Samiaji.

Diketahui, masa jabatan Usman Padong sebagai Kepala Desa Campurjo berakhir pada Senin (3/1). Ketika hendak dikonfirmasi terkait pemecatan salah satu stafnya, Usman Padong tidak bisa dihubungi.

(rfs/rfs)