ADVERTISEMENT

NasDem: Polisi Harusnya Tak Buru-buru Jerat Pria Tikam Begal Jadi Tersangka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 08:42 WIB
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali.
Ahmad Ali (dok: www.nasdem.id)
Jakarta -

Pria di Medan berinisial DI ditetapkan sebagai tersangka usai menikam begal yang merampas ponselnya hingga tewas. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem, Ahmad Ali, menilai polisi seharusnya tidak buru-buru menetapkan DI sebagai tersangka.

"Mestinya polisi tidak terburu-buru untuk menetapkan DI sebagai tersangka pembunuhan karena dia semata-mata membela diri," kata Ali kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).

Ali menyinggung pembelaan diri yang dilakukan DI. Dia mengatakan bisa saja DI yang tewas jika tidak membela diri.

"Karena kalau dia tidak melakukan pembelaan bisa jadi nyawa dia yang akan melayang. Polisi harus menggali lebih dalam lagi," kata dia.

Ali menilai DI tidak berniat melakukan pembunuhan. Dia menilai DI dalam keadaan panik sehingga refleks menikam korban.

"Tidak bisa hanya karena ada nyawa yang hilang terus pelaku langsung tersangka. Bisa jadi tindakan DI pertama membela diri dan tidak punya niat untuk menghilangkan nyawa korban, tapi karena refleks kemudian mengakibatkan korban meninggal. Tidak bijak juga untuk menjadikan pelaku sebagai tersangka. Karena orang dalam keadaan panik," katanya.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja sebelumnya mengatakan DI diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau curas. Tatan menyebut ponsel DI diduga dirampas empat orang pada 21 Desember 2021 dini hari.

"Telah terjadi kasus curas terhadap Saudara DI. Kemudian itu tepat pukul 01.00 WIB, jadi terduga begal ada empat orang. Kemudian yang berhasil diambil oleh pelaku satu jenis handphone," kata Tatan kepada wartawan, Sabtu (1/1).

Simak juga Video: Dua Pelaku Begal HP Pakai Pisau di Ciamis Ditangkap!

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT