Senior PDIP: PKS Salah Nyatakan Semua Utang Dibuat Jokowi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 18:05 WIB
Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pihaknya menaksir utang yang akan diwariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mencapai lebih dari Rp 7.000 triliun pada akhir 2024. Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menuturkan tak ada yang salah soal jumlah penaksiran itu. Hanya, dia mengklarifikasi bahwa tak semuanya utang itu dibuat Jokowi.

"Perkiraan PKS masuk akal, karena jumlah utang pemerintah pusat ada pada kisaran angka tersebut. Pernyataan pemerintahan Jokowi banyak berutang juga tidak salah," kata Hendrawan saat dihubungi, Jumat (31/12/2021).

"Yang salah adalah menyatakan bahwa semua utang itu dibuat Jokowi," lanjutnya.

Menurutnya, utang pemerintah pusat masuk pada komponen pembiayaan di APBN. Terlebih, kata dia, utang-utang pemerintah tersebut telah disetujui oleh legislatif.

"Atau Jokowi menyalahgunakan utang tersebut. Semua tahu, komponen utang masuk APBN dengan nama 'pembiayaan', dan prosesnya mendapat persetujuan DPR," ujar dia.

Hendrawan menyebut utang selama pemerintahan Jokowi banyak digelontorkan untuk meningkatkan infrastruktur. Selain itu, selama dua tahun belakangan situasi pandemi membuat pemerintah harus menambah anggaran.

"Dalam beberapa tahun terakhir, utang digenjot untuk mendorong infrastruktur. Tujuannya jelas, membangun koneksitas dan produktivitas. Pandemi juga memaksa kita menambah utang," katanya.

Meski begitu, dia mengatakan pemerintah masih memiliki sejumlah masalah terkait utang. Dia menyebut masalah itu, mencakup manajemen utang yang transparan, hati-hati, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Masalah utama kita adalah manajemen utang yang transparan, hati-hati, dan akuntabel," ucap dia.

Menurut dia, komponen utang justru memperkuat manajemen fiskal di masa pandemi. Sebab, bila tak demikian, kondisi ekonomi nasional dapat tumbang.

"Dalam kondisi pandemi dan resesi, komponen utang memperkuat manajemen fiskal yang agresif dalam rangka strategi antisiklis. Kalau tidak, ekonomi akan tumbang dan masyarakat akan semakin menderita," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menaksir Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mewariskan utang lebih dari Rp 7.000 triliun. Sebab, menurut Syaikhu, per September 2021 ini utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.000 triliun.

"Utang pemerintah per September 2021 telah mencapai angka yang sangat besar, yakni Rp 6.711 triliun. Para ahli ekonomi memperkirakan bahwa pemerintah Joko Widodo akan mewariskan utang negara hingga mencapai angka Rp 10 ribu triliun di akhir tahun 2024 nanti. Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan, Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari Rp 7.000 triliun," kata Syaikhu, dalam pidatonya di kanal YouTube resmi PKS, Kamis (30/12/2021).

Syaikhu menyebut utang negara yang besar itu akan ditanggung presiden di periode setelahnya nanti. Bahkan, dia menilai, dengan utang itu, pembangunan nasional di periode yang akan datang akan terhambat.

"Siapa pun pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar. Utang negara yang besar tersebut akan menjadi penghambat bagi proses pembangunan nasional di masa yang akan datang," katanya.

Simak Video 'PKS: Jokowi Diprediksi Wariskan Utang Hingga Rp 10 Ribu Triliun':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/tor)