ADVERTISEMENT

Kapolda Metro Minta Maaf Terkait Perilaku Anggota: Kami Berbenah

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 20:07 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)

Kasus Ipda OS

Kasus penembakan maut di exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, berujung penetapan tersangka Ipda OS. Pemeriksaan etik terhadap Ipda OS juga terus berlanjut.

Seperti diketahui, kasus penembakan yang dilakukan oleh Ipda OS terjadi pada Jumat (27/11/2021) di exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Saat itu Ipda OS mengaku membantu pria berinisial O yang melapor kepadanya tengah dibuntuti oleh tiga kendaraan dari Sentul.

Dua orang terluka dari tindakan penembakan Ipda OS. Satu orang di antaranya kemudian meninggal dunia.

Atas hal itu, polisi melakukan serangkaian proses penyidikan. Hasilnya Ipda OS ditetapkan menjadi tersangka.

"Berdasarkan pemeriksaan penyidikan dan gelar perkara yang baru saja tuntas dan hari ini sudah diputuskan, maka penyidik tetapkan status Ipda OS dalam kasus ini sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/12).

Kasus Polisi Tilang Minta Bawang

Selanjutnya, ada aksi oknum polisi minta bawang sekarung sempat membuat geger publik. Perbuatan memalukan Aipda PDH ini membuat Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran geram.

Fadil Imran pun menegaskan akan 'memblender' anggota yang melakukan pelanggaran. Secara tegas, mantan Kapolda Jawa Timur itu menyatakan tidak ragu untuk menindak anggota bermasalah.

"BLENDER," tulis Fadil pada postingan di akun Instagram @kapoldametrojaya, seperti dilihat detikcom, Rabu (3/11).

Aksi Aipda PDH dijelaskan Kabid Humas Poda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus Yusri mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (1/11), sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu Aipda PDH melakukan patroli di Jalan Perimeter 2, kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Kemudian melihat ada truk. Truk itu dari daerah Sumatera, BG pelatnya," kata Yusri.

Polantas tersebut kemudian menyetop truk itu. Dia lalu menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan kepada sopir truk.

"Kemudian memberhentikan dan mengecek kelengkapan surat-surat daripada si pengemudi truk dan memang pengemudi tidak membawa surat-surat," jelas Yusri.

Polda Metro Jaya pun memberikan sanksi tegas kepada Aipda PDH yang meminta bawang sekarung saat menilang truk di Tangerang, Banten. Aipda PDH telah resmi ditahan.

"Secara tegas Pak Kapolda mengatakan yang bersangkutan kami tarik ke Polda Metro untuk dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Sudah dipindahtugaskan dan ditarik dari (polisi) lalu lintas bandara sana. Sekarang yang bersangkutan kita lakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (3/11).

Yusri menambahkan Aipda PDH pun terancam diberhentikan dengan tidak hormat jika hasil pemeriksaan di Propam menemukan pelanggaran yang dilakukan polantas tersebut.

"Kalau jalan terakhir memang harus dipecat, PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) itu pun harus dilakukan kalau terbukti. Jadi ketegasan ini yang disampaikan Kapolda dan mengarahkan semua perwira-perwira yang ada," papar Yusri.


(rak/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT