Babinsa Kena Tikam Saat Ricuh Dipicu Masalah Asmara di Lampung

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 17:52 WIB
2 pelaku yang diduga menikam babinsa di Lampung Tengah, Lampung (Dok. Humas Polda Lampung)
Dua pelaku yang diduga menikam babinsa di Lampung Tengah, Lampung. (Dok. Humas Polda Lampung)
Lampung -

Sekelompok orang menyerang Babinsa Serda Rohmadi saat ricuh terjadi di Lampung Tengah, Lampung. Akibatnya, Serda Rohmadi kena tikam.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya menjelaskan, penikaman terhadap Serda Rohmadi merupakan murni kriminalitas. Oni menegaskan tidak ada bentrokan di antara dua kelompok warga dari dua kampung di Seputih Surabaya tersebut pada Senin (27/12/2021) malam.

"Peristiwa ini merupakan tindak pidana murni biasa, tidak ada perselisihan antara dua kelompok warga, dan saat ini sudah ditangani oleh Polres Lampung Tengah," kata Oni dalam keterangannya, Kamis (30/12).

Oni mengatakan polisi telah menangkap dua pelaku yang diduga menikam Serda Rohmadi. Mereka adalah IK dan DM, warga asal Kampung Mataram Ilir, Lampung Tengah (Lamteng).

"Sejauh ini, dua pelaku sudah diamankan di Polres Lamteng guna dilakukan pemeriksaan," tuturnya.

Terpisah, Kasat Reskim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Edi meminta masyarakat menyerahkan permasalahan ini kepada polisi.

"Saat ini pelaku sedang dalam pemeriksaan Satreskrim Polres Lamteng. Jika ada hal-hal yang menyangkut masalah hukum, hendaknya hubungi aparat setempat dan pamong kampung. Jangan mudah terpengaruh isu-isu yang tidak jelas," terang Edi.

Adapun penikaman yang dialami Serda Rohmadi itu berawal saat dia didatangi warga binaannya di Kampung Sri Katon, Viko, yang mengaku telah didatangi empat warga dari Kampung Mataram Ilir.

Pelaku berinisial IK menceritakan adik Viko yang bernama Yoga, telah menelepon dan mengirim pesan WA kepada pacar dari pemuda di Kampung Mataram Ilir. Yoga mengajak pacar orang lain itu untuk ketemuan, walau tidak jadi.

Saat Serda Rohmadi bertanya kepada Viko untuk memastikan apakah benar telah terjadi kesepakatan tersebut, sebanyak empat orang secara spontan menyerang Serda Rohmadi. Bahkan IK mencabut sebilah badik di pinggangnya, sementara DM mengambil linggis dari kendaraannya.

Serda Rohmadi yang berupaya menangkis justru terkena sabetan badik hingga melukai tangan kirinya. Setelah kejadian itu, empat warga yang diduga menyerangnya langsung pergi. Serda Rohmadi langsung dibawa ke Puskesmas Srikaton untuk mendapat pengobatan.

(drg/idh)