Joki Vaksin Covid di Pinrang Jadi Tersangka, Ini 3 Faktanya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 16:32 WIB
Joki vaksin covid yang dilakukan oleh Abdul Rahim(49) di Pinrang, Sulawesi Selatan, terus diusut polisi.
Joki Vaksin Covid di Pinrang Jadi Tersangka, Ini 3 Faktanya (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Joki vaksin covid bernama Abdul Rahim(49) di Pinrang, Sulawesi Selatan, akhirnya berurusan dengan polisi. Terbaru, polisi menetapkan Rahim sebagai tersangka joki vaksin COVID-19.

Sebelumnya, diketahui Rahim mengaku telah menjadi joki vaksin selama 3 bulan dengan menggantikan 17 orang yang semestinya disuntik vaksin jenis Sinovac dan AstraZeneca.

Rahim mengatakan tidak merasakan efek yang membahayakan meski sudah disuntik vaksin 17 kali. Ia mengaku hanya merasakan efek lemas dan baru mau berhenti jika mengalami sakit jantung.

"Seandainya kalau saya muntah-muntah atau sakit jantung atau apa yang parah, mungkin saya akan berhenti saat itu juga. Tapi selama ini tidak ada gejala yang parah, paling saya cuma merasa pusing dan sedikit lemas, tapi tidurnya enak," ujar Rahim, Rabu (22/12).

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait fakta-fakta dari tersangka joki vaksin covid tersebut, simak informasinya berikut ini.

Penetapan Tersangka Joki Vaksin Covid

Ditetapkannya Rahim sebagai tersangka joki vaksin sebanyak 17 kali dilakukan usai polisi memeriksanya di ruang penyidik Tipiter Satreskrim Polres Pinrang selama 7 jam.

"Saudara Abdul Rahim kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka dengan dugaan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular junto Pasal 13b Perpres Nomor 14 tahun 2021 tentang Penanggulangan Wabah COVID-19," kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi, Rabu (29/12).

Meski menjadi tersangka, Rahim tidak ditahan. Dia hanya dikenakan wajib lapor oleh pihak kepolisian.

"Dia hanya dikenakan wajib lapor karena ancaman hukumannya 1 tahun," imbuh AKP Deki.

Bukti Tersangka Joki Vaksin Covid

Kini, status Rahim dinaikkan sebagai tersangka, Deki menyebutkan penetapan itu didasari oleh bukti-bukti dari sejumlah saksi. Saksi tersebut mulai dari pengguna jasa joki hingga petugas vaksinator dan pihak Dinas Kesehatan Pinrang.

"Dari keterangan para saksi yang menjadi pengguna jasa, tersangka aktif menawarkan diri untuk menggantikan mereka dengan imbalan sejumlah uang, kemudian kasus ini juga oleh dinas kesehatan dianggap menghambat proses vaksinasi," jelas Deki.

Sejumlah saksi dan petugas vaksinator di 7 titik tempat Abdul Rahim disuntik pun telah dipanggil polisi.

"Dari kemarin kita sudah periksa petugas vaksinator masing-masing di PKM Mattiro Bulu dan PKM Salo, masih ada 5 saksi lagi dari koordinator vaksinator dari titik-titik lainnya," lanjutnya.

Deki menyatakan, pihaknya bakal meminta keterangan saksi ahli dari dinas kesehatan terkait dampak dari tindakan Abdul Rahim sebagai joki vaksin Covid.

"Kami sudah bersurat kepada tim Satgas dan Dinkes untuk menghadirkan saksi guna mengungkap fakta terkait dampak dari tindakan si Abdul Rahim," bebernya.

Informasi joki vaksin Covid ada di halaman selanjutnya.