Potret Kolonel Priyanto yang Diduga Bunuh Handi-Salsa

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 14:12 WIB
Tiga anggota TNI AD ditahan atas kasus penabrakan Handi dan Salsabila di Nagrek, Jabar. Salah satunya adalah Kolonel Inf Priyanto. Ini sosoknya. (dok Imigrasi Gorontalo)
Tiga anggota TNI AD ditahan atas kasus penabrakan Handi dan Salsabila di Nagrek, Jabar. Salah satunya adalah Kolonel Inf Priyanto. Ini sosoknya. (dok Imigrasi Gorontalo)
Jakarta -

Tiga anggota TNI AD ditahan atas kasus penabrakan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Salah satu anggota TNI AD tersebut adalah Kolonel Inf Priyanto.

Kolonel Priyanto ditahan saat ini ditahan di rutan tercanggih militer yang berada di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jayakarta di Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan tiga oknum penabrak Handi dan Salsa masih diperiksa. Andika mengatakan Kolonel Priyanto ada usaha untuk berbohong.

"Per hari ini penyidik, baik dari Angkatan Darat (AD) maupun TNI akan menetapkan mereka sebagai tersangka, dan karena ada usaha-usaha untuk berbohong, oleh karena itu, dari tiga ini ya, ini kan kita periksa sejak awal, kalau kolonel P awal kita periksa setelah kita dapat info dari Polresta Bandung, kita lakukan pemeriksaan memang di satuannya di Gorontalo. Nah, itu sudah mulai ada usaha-usaha untuk berbohong," kata Andika kepada wartawan di kantor Kominfo, Selasa (28/12/2021).

Andika mengatakan ketiga oknum tersebut akan dituntut hukuman maksimal. Dia menyebut ketiganya dituntut hukuman seumur hidup.

"Tuntutan sudah kita pastikan, karena saya terus kumpulkan tim penyidik maupun oditur, kita lakukan penuntutan maksimal seumur hidup, walaupun sebetulnya Pasal 340 ini memungkinkan hukuman mati tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja," imbuhnya.

Ketiga oknum tersebut adalah Kolonel Infanteri Priyanto, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua AS.

Sosok Kolonel Priyanto

Kolonel Priyanto diketahui menjabat Kasi Intel Kasrem 133/Nani Wartabone (NW) Kodam XIII/Merdeka. Korem 133/NW berbasis di Gorontalo.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1994 itu menjabat Kasi Intel Kasrem 133/NW sejak Juni 2020.

Kolonel Priyanto juga pernah menjabat Dandim 0730/Gunungkidul dan Irutum Inspektorat Kodam IV/Diponegoro.

Dalam peristiwa tertabraknya Handi dan Salsa, Kolonel Priyanto disebut berperan mengemudikan mobil. Kopda DA dan Kopda AS disebut ikut dalam mobil tersebut untuk mendampingi Kolonel Priyanto.

"Kalau dua tamtama yang mendampingi kolonel itu, itu yang satu dari Kodam Diponegoro. Dulunya itu pengemudi dia (Kolonel Priyanto) pada saat jadi Dandim di Jawa Tengah," kata anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, Rabu (29/12).

Mobil yang ditumpangi ketiganya hendak ke Cilacap, Jawa Tengah, dengan melalui Nagreg, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Saat di Nagreg, mobil tersebut terlibat kecelakaan dengan menabrak Handi dan Salsa pada Rabu (8/12) sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit (RS). Ketiganya terekam kamera warga tengah mengevakuasi korban kecelakaan.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut.

Simak video '5 Fakta Kasus Kematian Handi-Salsa Buat KSAD Dudung Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/fjp)