Sidang Putusan Sela Jerinx di Kasus Pengancaman Digelar Pekan Depan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 12:39 WIB
Sidang Jerinx di PN Jakarta Pusat
Sidang Jerinx (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Musisi I Gede Aryastina alias Jerinx 'SID' akan mendengarkan putusan sela atas nota eksepsi yang diajukannya pada pekan depan. Putusan sela itu akan menentukan nasib kelanjutan sidang kasus pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni.

"Untuk tanggapan ini kami akan menjatuhkan putusan sela terhadap tanggapan jaksa penuntut ini. Kami akan bermusyawarah karena ada dua kubu yang berbeda pandangannya, kami berada di tengah-tengah aturannya nanti akan kami cari dan akan kami tuangkan dalam putusan sela pada Minggu depan, hari Rabu (5/1)," kata hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Rabu (29/12/2021).

Hakim mengatakan permohonan Jerinx mengenai penangguhan penahanan dan permintaan untuk dihadirkan secara offline harus ditentukan secara musyawarah. Hakim akan memutuskan pada pekan depan.

"Mengenai permohonan terdakwa dua hal, satu tentang penangguhan penahanan atau setidak-tidaknya pengalihan status tahanan. Kedua, permintaan kiranya bisa sidang offline. Sekiranya bisa diputuskan bersama pada Minggu depan," ucap hakim.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum membacakan jawaban atas eksepsi yang diajukan Jerinx 'SID'. Dalam jawabannya, jaksa meminta hakim menolak eksepsi Jerinx.

"Kami penuntut umum mohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenaan memutuskan menyatakan keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum Terdakwa tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat 1 KUHAP, sehingga harus ditolak dan dinyatakan tidak dapat diterima," ujar jaksa penuntut umum.

Jaksa menilai surat dakwaan telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat 2 KUHAP. Jaksa meminta hakim melanjutkan perkara ini.

"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat 2 KUHAP," kata jaksa.

"Melanjutkan persidangan untuk melakukan pemeriksaan materi pokok perkara," lanjutnya.

Dalam kasus ini Jerinx didakwa melakukan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni Gearaka. Jerinx melakukan itu menggunakan telepon seluler (ponsel) milik istrinya atas nama Nora Candra Dewi alias Nora Alexandra.

"Terdakwa telah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi terhadap saksi Adam Deni Gearaka," kata jaksa dalam surat dakwaan untuk Jerinx.

Jerinx pun didakwa dengan ancaman Pasal 29 juncto Pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) serta Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU ITE.

Simak video 'Permohonan Jerinx di Sidang Kasus Pengancaman Terhadap Adam Deni':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/isa)