BPS Ungkap Belanja Rokok Warga Kab Bogor Lebih Tinggi dari Belanja Beras

Antara - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 11:06 WIB
rice
Foto: Ilustrasi beras. (iStock)
Bogor -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam membeli rokok mengalami peningkatan selama pandemi COVID-19, meski daya belinya tercatat menurun.

"Belanja rokok meningkat dari 6,19 persen menjadi 7,06 persen berdasarkan persentase pengeluaran per kapita sebulan menurut kelompok komoditas," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani di Cibinong, Bogor, seperti dilansir dari Antara, Rabu (29/10/2021).

Menurut dia, pada data perbandingan 2019 dan 2020 itu belanja rokok masyarakat bahkan lebih tinggi dari belanja beras yang hanya sebesar 4,89 persen pada 2019 dan 5,46 persen pada 2020. Padahal, ia mencatat nilai rata-rata pengeluaran per kapita dalam sebulan penduduk di wilayahnya menurun pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada 2019 rata-rata sebulannya pengeluaran per kapita mencapai Rp 1,2 juta, tapi 2020 hanya Rp 1,1 juta per kapita menurut kelompok komoditas," ujarnya.

Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan, kemudian dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut.

Sementara, Bupati Bogor, Ade Yasin menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 berimbas pada meningkatkan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor dari 9,06 persen pada 2019 menjadi 14,2 persen pada 2020.

Menurut dia, laju pertumbuhan ekonomi di wilayahnya melambat menjadi -1,19 persen pada 2020 dibandingkan 2019 yang mencapai 5,85 persen.

"Adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan pembatasan kegiatan masyarakat, berdampak pada turunnya aktivitas produksi barang dan jasa terutama yang bertumpu pada sektor ekonomi sekunder dan tersier," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Simak Video 'Harga Rokok Naik Jadi Rp 40 Ribu, Setuju Nggak?':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/tor)