Komda KIPI Sulsel Usut Sebab Remaja-Pria 80 Tahun Meninggal Usai Vaksin

ADVERTISEMENT

Komda KIPI Sulsel Usut Sebab Remaja-Pria 80 Tahun Meninggal Usai Vaksin

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 10:33 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Ilustrasi vaksin (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Makassar -

Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan soal dugaan 2 warga Bone yang meninggal usai divaksin COVID-19. Meski sudah mendapatkan laporan awal, KIPI masih akan mengecek penyebab lain pada kasus meninggalnya 2 warga itu.

"Kita butuh pelacakan kembali, apa ada faktor lain selain faktor hipertensi," kata Ketua Komda KIPI Sulsel, Dokter Martira, saat dikonfirmasi, Selasa (28/12/2021).

Dia mengatakan pihaknya baru saja mendapatkan kabar soal kejadian ini pada Senin (27/12) kemarin. Setelah laporan diterima, tim dari Komda KIPI akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari informasi yang didapatkannya, pria 80 tahun itu juga memiliki riwayat penyakit hipertensi.

"Dari informasi yang kita dapat, orang tua ini mau sekali mendapatkan vaksin. Kami juga bikin tim untuk segera turun," sebutnya.

Namun pada kasus bocah belasan tahun yang juga meninggal setelah vaksin pada Oktober dan November lalu, Martira menyebut pihaknya masih belum mendapatkan laporan awal. Komda KIPI Sulsel juga akan melakukan klarifikasi ke pihak keluarga.

"Masih belum dapat laporannya. Yang anak ini kita pasti turun untuk klarifikasi. Mau turun cepat," tegasnya.

Sebelumnya, dua warga Bone meninggal dunia dan dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19 yang diambil mereka beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan Kabupaten Bone tak ingin terlalu cepat menyimpulkan kematian kedua warga Bone itu dengan vaksinasi.

"Kalau menyimpulkan kematian keduanya ada hubungannya dengan vaksin ya sangat prematur, dan kita tidak bisa mengarah ke sana," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Bone, Dokter Yusuf, saat dikonfirmasi.

Dari rekam medis yang didapatkannya, pria 80 tahun yang meninggal memang melakukan vaksinasi pada tanggal 23 Desember 2021. Sehari setelahnya, pria itu tetap beraktivitas seperti biasanya dan sempat berladang.

Namun pada sore harinya, pria ini tiba-tiba tidak sadarkan diri dan petugas medis yang mendatangi rumah pria itu pada hari yang sama mendapati adanya tekanan darah tinggi.

"Kemudian keluar darah di telinga. Jadi dokter diagnosis stroke dan pada hari Minggu paginya meninggal dunia. Kami juga dapatkan keterangan dari pihak keluarga bahwa memang punya riwayat hipertensi," terangnya.

Simak juga 'Fakta-fakta Pria Jakarta Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT