Ketua DPD Golkar Jatim Harap Pemimpin Baru PBNU Hadirkan Suasana Teduh

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 22:18 WIB
Partai Golkar berulang tahun ke-57. Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji memantapkan dukungan kepada Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden di 2024.
Foto: Faiq Azmi/detikcom
Jakarta -

Muktamar PBNU ke-34 yang dilaksanakan di Lampung usai digelar dan KH. Yahya Cholil Staquf menggantikan estafet kepemimpinan KH. Said Aqil Siradj menjadi Ketum PBNU. Sedangkan KH. Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2021-2026.

Terpilihnya dua tokoh kalem ini ditanggapi positif oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji.

"Saya meyakini dan berharap duet kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Staquf akan menghadirkan suasana yang teduh baik di internal umat Islam maupun elemen bangsa yang lain," ungkap Sarmuji dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Ia mengatakan teduhnya suasana sudah terlihat sejak proses pencalonan hingga terpilihnya mereka berdua dalam arena muktamar tersebut. Pemungutan suara dari para muktamirin berjalan hingga Hari Jumat pagi hari. Proses peralihan pucuk pimpinan tersebut berjalan dinamis tetapi mulus dalam penyelesaiannya.

"Suasana muktamar yang dinamis tapi juga khidmat adalah pertanda baik untuk bisa memulai kepemimpinan serta menghadirkan keteduhan di masyarakat," ujar Sarmuji.

Anggota DPR RI Dapil VI Jatim ini juga menilai bahwa kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya bisa menjadi penerus paripurna bagi kepemimpinan KH. Said Aqil Siradj dua periode sebelumnya.

"KH. Said Aqil Siradj memang telah purna menjadi nakhoda PBNU, prestasi-prestasi beliau cukup mewarnai kehidupan berbangsa dan juga peradaban dunia Islam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri kepada Gus Yahya dalam melanjutkan era yang sangat baik ini," ungkap Sarmuji.

Dilihat dari sepak terjang Gus Yahya yang juga aktif dalam dunia Internasional, Sarmuji yakin bahwa NU akan bisa lebih mau lagi di tangan beliau berdua.

"Insyaallah Gus Yahya dan KH Miftahul Akhyar juga akan mampu membawa NU lebih maju dan memiliki kontribusi yang besar bagi kehidupan berbangsa, bernegara serta peradaban dunia Islam yang lebih baik lagi," pungkas Sarmuji.

(prf/ega)