Bamsoet Yakin Gus Yahya Bisa Buat NU Makin Solid dan Besar

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 22:11 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung kepemimpinan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU. Dia meyakini NU di bawah Gus Yahya akan menjadi semakin solid dan besar.

"Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021).

"Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian Dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan)," imbuhnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan rekam jejak Yahya Cholil Staquf yang merupakan putra mendiang Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang tak perlu diragukan.

"Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tidak heran jika beliau sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur. Beliau juga pernah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Dengan berbagai pengalaman dan sepak terjang yang telah dimilikinya, baik dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan, dibawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, NU diyakini akan semakin solid dan besar," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI ini menerangkan di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad. NU senantiasa melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apapun.

NU, lanjut Bamsoet, tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama.

"Salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU ke depannya adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Sehingga basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga jantung perkotaan," urai Bamsoet.

(akd/ega)