TNI AL Tangkap 4 Penyelundup Papua Nugini di Jayapura, 5 Ton Pinang Disita

Wilpret Siagian - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 11:35 WIB
Danlantamal X Jayapura TNI AL Ferryanto Marpaung saat rilis penangkapan penyelundup Papua Nugini
Rilis penangkapan penyelundup dari Papua Nugini (Foto: Wilpret Siagian/detikcom)
Jakarta -

Lantamal X Jayapura, TNI AL mengamankan 4 warga negara Papua Nugini saat masuk ke perairan Indonesia di Jayapura, Papua. Mereka kedapatan membawa barang illegal berupa pinang sekitar 5 ton dari Papua Nugini.

"Mereka ditangkap di perairan Argapura, Kota Jayapura Kamis (23/12) pukul 13.00 WIB pada posisi koordinat GPS 02°33'786"S-140°43'192°E setelah dilakukan pengejaran oleh Satgas Pengaman Laut Jayapura," ujar Komandan Lantamal X Bringjen TNI Ferryanto Marpaung didampingi Kasi Karantina, drh Haris Prayetno, Kasi Lalulintas Imigrasi, Zulham Syah, Kasi Kepabeanan Bea dan Cukai Jayapura, Jitu Laksono dalam jumpa di Pelabuhan Porasko Jayapura, Jumat (24/12/2021).

Keempat penyelundup yang diamankan itu adalah AE (30), DA (28), MA (25) dan SA (19). Keempatnya adalah warga negara Papua Nugini.

Dia mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan dalam speed boat yang mereka tumpangi ditemukan 40 karung pinang yang tidak dilengkapi dokumen dan identitas yang berlaku. Baik dokumen kepabeanan maupun dokumen imigrasi serta dokumen kesehatan.

"Mereka melanggar UU No 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102; Setiap orang yang mengangkut barang yang tidak tercantum dalam manifes, datang dari luar negeri atau dalam daerah pabean mengangkut barang impor, barang ekspor dan atau barang dalam daerah pabean diangkut ke tempat lain dalam daerah pabean melalui luar pabean, wajib memberitahukan rencana kedatangan sarana pengangkut sarana pengangkut. Ancaman pidana 10 tahun dan denda paling sedikitnya Rp 5 Milyar," tegasnya.

Komandan Lantamal X Jayapura itu menjelaskan, pihaknya dalam kurun waktu 2021 telah 10 kali melakukan penangkapan aksi penyeludupan dari Papua Nugini ke Jayapura.

"Kenapa kegiatan penyeludupan ini marak, karena orang-orang itu memanfaatkan situasi alam gelombang laut yang besar dan hujan, sehingga mereka mengira kalau aktifitas petugas kita di laut tidak ada. Padahal kita melalukan pengawasan semakin intens dan koordinasi kita dengan instansi terkait semakin erat," katanya.

Simak juga 'Polisi Sita Puluhan Ribu Pil Koplo yang Siap Diedarkan Saat Nataru':

[Gambas:Video 20detik]