Ironi Jual-Beli di Batas RI Pakai Mata Uang Papua Nugini

ADVERTISEMENT

Ironi Jual-Beli di Batas RI Pakai Mata Uang Papua Nugini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 22:44 WIB
Money from Papua New Guinea in the black wallet on a wooden background
Mata uang PNG, Kina (Foto: Getty Images/iStockphoto/johan10)
Jayapura -

Aktivitas perdagangan di Pasar Skouw yang berada di perbatasan RI dengan Papua Nugini (PNG) menjadi sorotan. Pasalnya, transaksi jual beli di pasar tersebut menggunakan mata uang PNG, yaitu kina.

Diketahui, pasar Kina area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-PNG, dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasar itu memiliki sejumlah fasilitas, di antaranya gereja dan masjid, amphitheater, food court, lapangan parkir yang luas, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya, seperti toilet dan area taman serta patung proklamator, Presiden RI Pertama Indonesia Sukarno.

Kunjungan Waterpauw

Paulus Waterpauw, yang merupakan Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri, melakukan kunjungan di PLBN Skouw, Kota Jayapura, pada Selasa (16/11) lalu.

Saat berkeliling Pasar Skouw, Paulus Waterpauw sempat berbincang dengan Naomi, salah satu pembeli dari warga PNG. Naomi yang hanya bisa berbicara dalam bahasa PNG, yakni Inggris Fiji, mengaku sengaja datang ke pasar perbatasan lewat jalur tradisional untuk membeli sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Deputi BNPP Kemendagri, Paulus Waterpauw meninjau aktivitas jual-beli di Pasar Skou  di area PLBN Indonesia-Papua New Guinea. (Wilpret/detikcom)Deputi BNPP Kemendagri Paulus Waterpauw meninjau aktivitas jual-beli di Pasar Skou di area PLBN Indonesia-Papua New Guinea. (Wilpret/detikcom)

"Saya beli tikar ini selain untuk di pakai, bisa juga di jual kembali ke warga di Vanimo, PNG," katanya dalam bahasa Inggris Fiji kepada Paulus Waterpauw yang dialih-bahasakan oleh Kasi Pengembangan Kawasan PLBN Skouw F Imbiri.

Tentunya Naomi dalam berbelanja menggunakan mata uang PNG, kina.

"Mereka berbelanja pakai uang kina," kata Rukiyah, salah satu pedagang pakaian asal Kota Jayapura.

Selengkapnya di halaman berikutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT