MenPAN-RB Puji Firli OTT 2 Menteri, ICW: Bukti Rendahnya Literasi Pejabat

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 07:56 WIB
Kurnia Ramadhana
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi KPK lantaran bisa melakukan OTT terhadap dua menteri dalam satu periode. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut pujian Tjahjo ke KPK justru menunjukan rendahnya literasi pejabat Indonesia.

"Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, yang mengapresiasi kinerja KPK di bawah komando Firli Bahuri dengan mendasarkan OTT dua Menteri membuktikan tingkat literasi pejabat di Indonesia masih sangat rendah," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, saat dihubungi, Kamis (23/12/2021).

Kurnia beralasan Tjahjo hanya melihat secara sekilas terkait OTT Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Padahal, menurutnya, jika ditelaah lebih dalam, penanganan perkara kedua menteri it sangat buruk.

"Padahal, kalau saja ia mau membaca dan melihat kualitas penanganan perkara dua Menteri tersebut, maka sebenarnya hasilnya sangat buruk, bahkan terkesan Pimpinan KPK enggan untuk memproses hukum perkara suap ekspor benih lobster dan pengadaan bansos sembako di Kementerian Sosial," ucapnya.

Kurnia lantas memaparkan kejanggalan dalam proses hukum kedua mennteri tersebut. Dia menyinggung proses hukum Edhy yang hanya berujung pada penuntutan di atas hukuman minimal.

Kemudian dalam perkara Juliari, menurutnya KPK juga sangat lama melakukan peggeledahan, keengganan memanggil sejumlah pihak sebagai saksi, hingga tidak ingin mengembangkan tindak pidana suap. Selain itu, sejumlah nama politisi di dalam surat dakwaan KPK juga menghilang, hingga tuntutan yang sangat tidak mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari KPK terkait OTT Edhy Prabowo dan Juliari P Batubara?" ujar Kurnia.

Dia juga menyinggung terkait KPK yang saat ini dipimpin oleh sosok yanng melanggar kode etik, maldaministrasi hingga melanggar HAM. "Terakhir, ICW ingin mengatakan, jarang-jarang juga KPK dipimpin oleh figur yang dua kali melanggar kode etik, melakukan maladministrasi dan melanggar HAM seperti Firli Bahuri," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi terhadap kinerja KPK. Tjahjo menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua menteri dalam satu periode merupakan hal yang jarang terjadi.

"Kami mengapresiasi kepada KPK yang salah satu poinnya adalah memperkuat sistem. Dengan memperkuat sistem inilah, KPK dipimpin oleh Pak Firli ini sudah menunjukkan hasil-hasil yang sangat signifikan. Jarang dalam satu periode dua menteri tertangkap OTT, beberapa kepala daerah, swasta, sampai ASN yang dari tahun ke tahun saya melihat masih ada kecenderungan meningkat," kata Tjahjo dalam webinar 'Launching Hasil Survei Penilaian Integritas 2021', Kamis (23/12/2021).

Simak Video 'KPK: 8 Instansi Minta Disurvei Sendiri Karena Responden Rahasia':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aud)