Anker Protes Duduk Berjarak tapi Berdiri Berdesakan di KRL, Ini Kata KCI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 16:42 WIB
Penumpang KRL (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Anker (anak kereta) ramai-ramai menumpahkan keheranan soal aturan duduk berjarak di KRL di media sosial. Mereka heran aturan duduk berjarak itu diterapkan dengan ketat, sedangkan penumpang berdiri berdesak-desakan.

Dilihat detikcom, Kamis (23/12/2021), protes soal aturan duduk berjarak itu salah satunya diungkapkan melalui media sosial Twitter. Seorang pengguna KRL menyampaikan kebingungannya terkait penerapan prokes di TransJakarta dan KRL yang berbeda.

"Gimana sih ni pihak KRL, duduk berjarak tapi yang berdiri dempetan.. Kapan ni tanda larangan duduk (duduk berjarak dikereta di copott? Transportasi lainnya sudah di copot tanda larangan duduknya.. @CommuterLine @InfoKRL," cuit akun @sunto***werss_.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan pihaknya berpatokan pada Surat Edaran Menteri Perhubungan. Ditanya soal aturan duduk berjarak tapi penumpang berdiri berimpitan, Anne menjawab soal aturan selama Natal dan tahun baru (Nataru).

"Selama masa layanan Natal dan tahun baru ini, kapasitas pengguna KRL masih dibatasi, yaitu 45%, dari kapasitas sesuai SE Menteri Perhubungan Nomor 112 Tahun 2021. Untuk menjaga kapasitas tersebut, pada saat jam-jam sibuk petugas akan melakukan penyekatan di Stasiun," kata Anne melalui keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021).

Anne menyampaikan ada peningkatan volume pengguna KRL sejak awal periode layanan Nataru dan baru kali ini terjadi. Dia menyebut angka pengguna KRL mencapai jumlah tertinggi pada Senin (20/12) sebanyak 500 ribu lebih orang.

"KAI Commuter mencatat jumlah penggunaan KRL yang semakin meningkat pada awal periode layanan Natal dan Tahun Baru kali ini. Pada Senin 20 Desember lalu misalnya, volume pengguna KRL Jabodetabek mencapai 506.630 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi selama 2021 dan menandai volume pengguna KRL yang bertahap sudah mencapai 500 ribu pengguna atau separuh dibanding jumlah yang biasa dilayani KAI Commuter sebelum pandemi COVID-19. Dengan peningkatan ini, pengguna diajak merencanakan perjalanannya secara lebih baik untuk terhindar dari kepadatan," ujarnya.

Anne menuturkan peningkatan volume penumpang terlihat sejak pekan ke-3 Desember 2021. Dia mengatakan tren peningkatan volume penumpang banyak disumbangkan oleh pengguna yang mulai menggunakan kembali KRL serta meningkatnya pengguna musiman.

"Tren volume pengguna yang semakin meningkat ini mulai terlihat sejak pekan ke-3 Desember di mana volume pengguna KRL Jabodetabek pada hari kerja berkisar antara 470 ribu hingga 490 ribu pengguna per hari. Setelah mencapai lebih dari 500 ribu pengguna pada Senin (20/12), pada Selasa kemarin (21/12) volume pengguna tercatat 488.620 orang," tuturnya.

"Tren peningkatan volume pengguna ini sejalan dengan berbagai indikator data mobilitas masyarakat lainnya yang juga meningkat di akhir tahun ini. Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah, dan pengguna musiman yang memanfaatkan waktu libur akhir tahun ini," lanjutnya.

Lebih lanjut Anne menyampaikan permohonan maaf atas adanya antrean panjang yang mengakibatkan penumpang tidak nyaman. Untuk mengantisipasi kepadatan jumlah penumpang, PT KCI menambahkan jumlah perjalanan secara bertahap.

"KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan jika ada antrean penyekatan yang lebih panjang dari biasanya di stasiun. Penyekatan tersebut dilakukan untuk menjaga jumlah pengguna yang dapat naik ke kereta. Edukasi mengenai pentingnya mengikuti antrean penyekatan ini terus kami lakukan seiring dengan meningkatnya volume pengguna KRL. Sebagai antisipasi, KAI Commuter dalam beberapa waktu terakhir telah menambah jumlah perjalanan KRL secara bertahap," ucapnya.

"Pada masa layanan Natal dan Tahun Baru ini KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL setiap harinya dengan 94 rangkaian KRL. Dari jumlah tersebut, 309 perjalanan melayani di jam sibuk pagi hari yaitu pukul 04:00 - 09:00 WIB, dan 241 perjalanan melayani di jam sibuk sore dan malam hari pada pukul 16:00 - 20:00 WIB. Dari data KAI Commuter, volume pengguna juga masih terkonsentrasi hanya di jam-jam sibuk tersebut," imbuhnya.

Lihat juga video 'KRL Anjlok di Dekat Stasiun Sudimara Berhasil Dievakuasi':






(dek/tor)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork