Penumpang KRL Meningkat, Antrean Penyekatan di Stasiun Cawang-Tebet Mengular

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 22:28 WIB
Antrean di Stasiun Tebet (Foto: Zunita/detikcom)
Foto: Antrean di Stasiun Tebet (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta - Ramai warga mengeluhkan panjangnya antrean penumpang KRL di sejumlah stasiun di Jakarta di media sosial. KAI Commuter pun memberikan penjelasan.

Dari foto-foto yang beredar di media sosial, antrean panjang itu terjadi di Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang, Jakarta Selatan. Antrean itu bahkan mengular hingga di luar stasiun.

detikcom yang berada di Stasiun Tebet juga merasakan antrean panjang para penumpang KRL. Sekitar pukul 19.48 WIB, antrean yang tidak biasa terjadi saat akan memasuki Stasiun Tebet.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengungkapkan antrean di stasiun itu imbas penyekatan yang dilakukan. Dia menjelaskan, penyekatan itu dilakukan lantaran meningkatnya jumlah pengguna KRL jelang Natal dan Tahun Baru.

"Tren volume pengguna yang semakin meningkat ini mulai terlihat sejak pekan ke-3 Desember dimana volume pengguna KRL Jabodetabek pada hari kerja berkisar antara 470 ribu hingga 490 ribu pengguna per hari. Setelah mencapai lebih dari 500 ribu pengguna pada Senin (20/12), pada Selasa kemarin (21/12) volume pengguna tercatat 488.620 orang," kata Anne dalam keterangan tertulis, Kamis (22/12/2021).

"Tren peningkatan volume pengguna ini sejalan dengan berbagai indikator data mobilitas masyarakat lainnya yang juga meningkat di akhir tahun ini. Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah, dan pengguna musiman yang memanfaatkan waktu libur akhir tahun ini," imbuh dia.

KAI Commuter pun memohon maaf atas terjadinya antrean panjang tersebut. Anne menjelaskan, penyekatan itu dilakukan untuk menjaga jumlah penumpang di kereta.

"KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan jika ada antrean penyekatan yang lebih panjang dari biasanya di stasiun. Penyekatan tersebut dilakukan untuk menjaga jumlah pengguna yang dapat naik ke kereta. Edukasi mengenai pentingnya mengikuti antrean penyekatan ini terus kami lakukan seiring dengan meningkatnya volume pengguna KRL," ungkap Anne.

Anne mengatakan, sebagai antisipasi, KAI Commuter juga telah menambah jumlah perjalanan KRL. Selama masa Natal dan Tahun Baru ini, KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL.

"Sebagai antisipasi, KAI Commuter dalam beberapa waktu terakhir telah menambah jumlah perjalanan KRL secara bertahap. Pada masa layanan Natal dan Tahun Baru ini KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL setiap harinya dengan 94 rangkaian KRL. Dari jumlah tersebut, 309 perjalanan melayani di jam sibuk pagi hari yaitu pukul 04:00 - 09:00 WIB, dan 241 perjalanan melayani di jam sibuk sore dan malam hari pada pukul 16:00 - 20:00 WIB. Dari data KAI Commuter, volume pengguna juga masih terkonsentrasi hanya di jam-jam sibuk tersebut," tutur dia.

Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Juga Meningkat

Tak hanya di Jakarta, peningkatan penumpang juga terjadi di Yogyakarta dan Solo. Anne mengatakan, pada Desember ini, ada peningkatan pengguna KRL sebesar 22,9 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Sementara itu di KRL Yogyakarta - Solo tren peningkatan pengguna juga terlihat pada Desember ini. Volume pengguna pada Desember mencapai rata-rata 9.007 pengguna per harinya, meningkat 22,9 persen dibanding November. Untuk KRL Yogyakarta - Solo volume pengguna lebih tinggi pada saat akhir pekan yang mencapai 11 ribu hingga 12 ribu pengguna per hari. Jumlah pengguna tersebut dilayani 20 perjalanan KRL per hari dengan menggunakan 3 rangkaian KRL," kata Anne.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.