Warga Kalteng Cerita Momen Densus Geledah Rumah Terduga Teroris, Ada Senpi

Antara - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 10:57 WIB
Satu rumah makan di Jl Pemuda Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit yang digeledah polisi terkait penangkapan tiga terduga teroris. (Foto: ANTARA/Norjani)
Rumah makan di Jl Pemuda Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, yang digeledah polisi terkait penangkapan tiga terduga teroris. (Foto: ANTARA/Norjani)
Jakarta -

Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Tetangga menceritakan momen penggeledahan rumah makan sekaligus tempat tinggal para terduga teroris di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Kaget setelah mengetahui ini, karena selama ini tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Kalau bertemu, mereka juga ramah. Rumah makan mereka juga ramai pembeli," ujar Anwar, pemilik toko fotokopi yang bersebelahan dengan rumah makan terduga teroris, seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/12/2021).

Anwar menjelaskan tim Densus 88 dibantu Satbrimob Polda Kalteng saat melakukan penggeledahan. Rumah makan itu diduga menjadi tempat tinggal tiga terduga teroris, yaitu MS alias L, ARE alias AZ alias AQ, dan RT alias F alias ZAY.

Menurut Anwar, rumah makan yang digeledah itu sudah buka sekitar satu tahun lalu. Rumah makan sekaligus tempat tinggal itu dihuni oleh empat orang, yakni sepasang suami istri dan dua pria lainnya, salah satunya biasa terlihat menggunakan kursi roda.

Hanya, Anwar mengaku tidak terlalu mengenal orang-orang yang tinggal di rumah makan tersebut, walau mereka selalu bertegur sapa ketika bertemu. Beberapa dari mereka terlihat sering beribadah ke Masjid Noor Agung yang lokasinya berada di seberang jalan.

Anwar mengatakan selama ini tidak melihat ada aktivitas mencurigakan di rumah makan tersebut. Oleh karena itu, warga setempat tidak curiga dan tidak menyangka ketiganya merupakan terduga teroris.

Lebih lanjut, pada saat penggeledahan berlangsung, Anwar tidak menyaksikannya secara langsung karena sedang tidak di toko. Dia menyebut hanya ada seorang karyawan perempuan yang menjaga tokonya.

Namun, karyawan tersebut juga langsung masuk ke toko ketika melihat banyak mobil datang dan polisi keluar menggeledah rumah makan yang diduga menjadi tempat tinggal terduga teroris.

"Saat saya datang masih ada dua mobil, tapi kemudian langsung meninggalkan lokasi. Saya tidak tahu kalau itu penggeledahan, karena memang tidak ada warga yang melihat dari dekat," ucapnya.

Sementara itu, seorang warga setempat lainnya yang bernama Rahmat mengaku tidak menyangka penghuni rumah makan itu merupakan terduga teroris. Pasalnya, Rahmat sering membeli makanan di rumah makan tersebut, tapi tidak menemukan ada hal yang mencurigakan atau mengarah pada kegiatan teroris.

"Selama ini biasa-biasa saja. Tapi memang saat melayani pembeli, mereka tidak banyak bicara. Tapi menurut saya itu biasa saja. Tidak ada yang mencurigakan. Makanya saya kaget mendengar kejadian ini," kata Rahmat.

Ditemukan Senjata Api hingga Rompi di Rumah Makan

Kesaksian lain diberikan oleh Ketua RW setempat, Rusandi. Rusandi mengatakan dirinya diminta polisi menyaksikan penggeledahan rumah makan tersebut.

"Saya terkejut diberitahukan ada penggeledahan. Tidak diberitahukan kasus apa. Setelah di sana, baru tahu. Saya tidak kenal orang dalam foto yang ditunjukkan polisi," jelas Rusandi.

Saat penggeledahan berlangsung pada Rabu (22/12), sekitar pukul 11.30 WIB, lalu lintas di sekitar tempat kejadian sempat macet. Warga sekitar tidak berani mendekat karena melihat banyak polisi yang turun dari sejumlah mobil.

Rusandi mengaku menyaksikan polisi menggeledah dan mengamankan sejumlah barang. Di antaranya senjata api (senpi) sebanyak dua buah jenis laras panjang dan satu buah laras pendek, satu senjata tajam, lima buah buku, dan dua rompi.

"Tadi rombongan datang menggunakan tiga mobil dengan personel lebih dari 10 orang. Saya ada ditunjukkan foto orang yang diduga diamankan itu, tapi saya tidak kenal," imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Kismanto Eko Saputro saat dihubungi membenarkan Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris. Satu orang ditangkap di Palangka Raya dan dua orang ditangkap di Sampit.

Ketiga terduga teroris tersebut berinisial MS alias L, ARE alias AZ alias AQ, dan RT alias F alias ZAY. Mereka diduga teroris dari jaringan kelompok Anshorud Daulah yang berafiliasi ke Islamic State (ISIS) dan berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi dan penggantinya. Mereka diduga akan melakukan aksi teror di Kalimantan Tengah pada akhir 2021.

Para terduga dibawa ke Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu tim juga terus mendalami kasus ini karena para terduga pelaku dikabarkan merekrut sejumlah orang sebagai simpatisan untuk mendukung rencana aksi mereka.

"Kasus ini terus didalami. Mereka akan diperiksa secara intensif," demikian jelas Eko.

Simak juga 'Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah di Sumsel':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/idh)