Kasus Wanita Ngaku Diperkosa Disetop, Bagaimana Nasib 4 Polisi Dimutasi?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 16:25 WIB
Gedung baru Polda Riau (Raja Adil-detikcom)
Gedung baru Polda Riau (Raja Adil/detikcom)

4 Polisi Dicopot

Sebanyak 4 polisi dicopot terkait kasus ini. Keempatnya diberi sanksi karena diduga mengancam Z yang saat itu melaporkan kasus dugaan pemerkosaan yang dialaminya.

Belakangan, Z mengaku tak pernah ada peristiwa pemerkosaan yang dialaminya. Z mengaku dirinya dipaksa mengaku diperkosa oleh suaminya.

Dua polisi terakhir yang dimutasi ialah Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Rainly Labolaang dan Kapolsek Tambusai Utara AKP D Raja Napitupulu. Keduanya dimutasi menjadi perwira pertama (pama) Samapta Polda Riau.

Mutasi kedua perwira itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Riau Irjen Agung SIE Nomor: ST/1677/XII/KEP/2021. Surat ditandatangani Karo SDM Kombes Joko Setiono, Selasa (14/12).

"Ya, mutasi itu benar," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Sebelumnya, Polda Riau lebih dulu mencopot Kanit Reskrim Bripka JL dan penyidik Bripda RS. Keduanya dicopot untuk diperiksa di Bidpropam Polda Riau.

Polisi yang dicopot tersebut diduga karena dugaan pengancaman terhadap Z. Polda Riau mulai mendalami kasus dugaan anggota Polsek Tambusai Utara mengancam korban pemerkosaan, Z.

Bripka JL dan penyidik Bripda RS diperiksa Propam Polda Riau atas kata-kata yang tidak pantas terhadap korban, Z. Korban diduga diancam karena tidak mau datang ke polsek dengan menyebut kata 'lonte'.

Dalam video viral berdurasi 2 menit 30 detik itu, terdengar suara dua orang yang diduga anggota Polsek Tambusai Utara. Dua orang diduga polisi itu bicara dengan nada tinggi.

"Kalian sudah dibantu polisi kok kayak gitu balasan kalian. Lain kali kalau ada masalah, jangan kalian melapor ke kantor ya," kata orang diduga polisi itu.

Wajah dua orang diduga polisi itu tak terlihat jelas. Orang diduga polisi itu kemudian meminta korban dan suaminya datang ke Polsek Tambusai Utara. Jika tidak, mereka diancam akan dijadikan tersangka.

"Kau bawa itu besok, jangan salahkan aku. Kutunggu kalian besok jam 08.00 WIB, lewat dari jam 10.00 WIB, kubuat kalian tersangkanya," ujar pria itu.


(jbr/idh)