ADVERTISEMENT

Cerita Kapolda Metro Dipusingkan Balap Liar: 21 Tahun Tak Selesai

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 13:41 WIB
Polisi memukul mundur massa Pemuda Pancasila (PP) yang demo di depan gedung DPR, Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran hadir ke lokasi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap fenomena balap liar di jalanan Jakarta yang tidak kunjung hilang. Bahkan balap liar ini tidak selesai sejak 21 tahun lalu saat dirinya menjabat Kapolsek Tanah Abang.

"Dari zaman saya Kapolsek sampai hari ini, fenomena ini terus terjadi," ujar Fadil Imran saat membuka diskusi bertajuk 'Diskusi Santai Street Race Polda Metro Jaya: Mengejar Prestasi Bukan Sensasi' di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Fadil menceritakan saat dirinya menjabat Kapolsek Tanah Abang 21 tahun yang lalu. Balapan liar yang terjadi setiap Sabtu malam di kawasan Senayan membuatnya pusing.

"Saya Kapolsek Tanah Abang tahun 2000. Jadi 21 tahun lalu setiap malam Minggu (di) Jl Asia Afrika dan Gerbang Pemuda, saya dipusingkan oleh balapan Subuh, mulai pukul 01.00 pagi sampai 05.00 pagi, karena di sana ada Hotel Mulia. Tapi pilihannya itu," kata.

Persoalan balap liar yang mengganggu ketertiban lalu lintas seolah menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai. Hal ini membuatnya mencetuskan ide street race bagi pembalap jalanan.

"Jadi bukan hari ini. Saya bertanya ke hati saya, ini tidak selesai-selesai. (Saya bilang) 'Pak Kapolres, ini balapan tak kunjung selesai dari saya pangkat letnan dua, gimana caranya kita transformasi agar ini lebih baik?" tambahnya.

Menurut Fadil, hal itu akibat ruang ekspresi bagi anak muda yang terbatas. Dia menilai karena keterbatasan itu, anak muda kerap mengambil risiko untuk menyalurkan hobinya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Sah! Ancol Jadi Sirkuit Balap Motor Jalanan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT