ADVERTISEMENT

Sidang Kasus Km 50

Ahli Polri Temukan Residu Peluru di Baju 6 Eks Laskar FPI yang Ditembak

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 17:16 WIB
Sidang Kasus Penembakan Laskar FPI Km 50 (Kadek-detikcom)
Sidang Kasus Penembakan Laskar FPI Km 50 (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Ahli residu dari Mabes Polri, Azizah Nur Istiadzah, mengungkap ada sisa residu peluru di baju terdakwa penembakan eks laskar FPI dan baju 6 korban insiden penembakan di Km 50. Azizah mengatakan residu tersebut juga ditemukan di beberapa titik mobil Xenia yang digunakan dalam insiden penembakan itu.

"Saya ambil sampel dari mobil Xenia, kemudian kita ambil dari 6 jenazah yang pada saat itu kami ambil dari RS Polri Kramat Jati, kemudian kami ambil dari baju yang dikirimkan penyidik kepada kami," kata Azizah saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang penembakan laskar FPI di Km 50, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021).

Azizah mengatakan pihaknya menemukan sisa tembakan senjata di baju 6 eks laskar FPI dan di baju 3 terdakwa kasus Km 50. Selain itu, tim ahli menemukan sisa residu di 2 senjata api jenis CZ dan Sig Sauer.

"Ada 2 senjata api yang terdapat residu yang pertama CZ dan Sig Sauer itu juga positif mengandung residu, artinya pernah di tembakan. Lalu ada satu lagi Sig Sauer itu negatif mengandung residu atau belum pernah ditembakkan," ujarnya.

Diketahui, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

"Bahwa akibat perbuatan Terdakwa (Ipda Yusmin) bersama-sama dengan Briptu Fikri Ramadhan serta Ipda Elwira Priadi (almarhum) mengakibatkan meninggalnya Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan M Suci Khadavi Poetra," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10).

(yld/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT