ADVERTISEMENT

KNKT Umumkan Hasil Investigasi Bus TransJakarta Besok

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 15:05 WIB
Bus Transjakarta menabrak separator busway di daerah Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/12). Kecelakaan itu mengakibatkan bagian depan bus Transjakarta rusak.
Bus TransJakarta menabrak separator busway di daerah Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/12). (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menginvestigasi PT TransJakarta imbas kecelakaan berturut-turut. Hasil investigasi akan diumumkan besok.

"Jadi, hari Rabu sore, pukul 15.00 WIB, kita akan press release terkait temuan kita apa dan rekomendasinya apa saja," kata Plt Kasubkom Moda Transportasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ahmad Wildan saat dihubungi, Selasa (21/12/2021).

Konferensi pers akan digelar di Kantor PT TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur. Ahmad menyebut ada empat aspek yang ditelusuri, yaitu organisasi dan manajemen risiko, kelayakan kendaraan, kelayakan awak, serta keselamatan dan keamanan lintasan bus TransJakarta.

Dari empat aspek yang diinvestigasi, KNKT menerbitkan sejumlah rekomendasi.

"Dari keempat area tadi, untuk kepastian kelayakan kendaraan di TransJakarta nggak ada masalah. Mereka sudah cukup bagus, bahkan sangat bagus menurut saya. Jadi kita berfokus di tiga ya," jelasnya.

Pertama, KNKT merekomendasikan agar TransJakarta membentuk departemen khusus yang menangani keselamatan. Nantinya, departemen ini akan berfokus dalam mitigasi kecelakaan.

"Pertama salah satu rekomendasi kami agar di dalam TransJakarta ada departemen khusus yang menangani keselamatan. Yang mengelola manajemen risikonya sehingga bisa berjalan lebih efektif dan efisien untuk melakukan mitigasi terhadap risiko bahaya yang muncul," ujarnya.

Selanjutnya, KNKT meminta aga TransJakarta melakukan program kesehatan kerja, atau fit to work kepada awak bus. Salah satu caranya dengan mengatur pergantian pengemudi.

"Kita ada beberapa masukan atau rekomendasi di antaranya agar TransJakarta melakukan fit to work, memastikan kebugaran kesehatan pengemudi sebelum mengemudi terutama perbaikan-perbaikan dalam penugasan pengemudi. Misalkan, menyiapkan pengemudi langsir dan sebagainya," imbuhnya.

Terakhir, KNKT juga merekomendasikan agar Badan pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan analisis pemetaan bahaya, atau road hazard mapping terhadap lintasan TransJakarta BRT dan non-BRT.

"Jadi nanti tunggu untuk keselamatan rute kita sudah identifikasi banyak hazard, kita minta BPTJ melakukan analisa mapping lebih komprehensif nanti arahannya, tetap KNKT akan melakukan pendampingan," terangnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT