Gerindra akan Duduk Bareng Adi Kurnia Klarifikasi soal Video Eks Dirut TransJ

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 19:03 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jakarta, Rani Mauliani (Khairul-detikcom)
Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jakarta, Rani Mauliani (Khairul-detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani berencana duduk bareng anggotanya Adi Kurnia Setiadi. Hal ini untuk mengklarifikasi terkait viral video eks Dirut TransJakarta rapat sambil menonton tari perut atau belly dance.

"InsyaAllah dalam waktu dekat, karena kebetulan Bang Adi sendiri ayahnya baru saja wafat, masih dalam kondisi berduka, dan ada di luar Jakarta. Jadi kan kita tidak bisa paksa untuk ayo cepet balik, tidak," ujar Rani yang juga anggota Komisi E DPRD Jakarta di GOR Cengkareng, Minggu (19/12/2021).

Meski begitu, Rani mengaku sebenarnya sudah ada komunikasi dengan Adi sebelumnya. Namun belum dapat memaparkan pertemuan tersebut karena menurutnya harus duduk bareng dulu semuanya secara bersama-sama.

"Udah ada. Tapi kan komunikasikan dengan beliau juga dengan ketua kita belum bertemu secara bareng nih semuanya. Jadi kita kumpulin dulu deh semuanya jadi belum ada hasilnya," tambahnya.

Lanjut Rani, duduk bareng dengan Adi ini bukan sebagai upaya peneguran. Tetapi sebagai upaya mengklarifikasi bagaimana yang sebenarnya.

Menurut Rani apa yang disampaikan oleh Adi tidak tendensius menuju salah satu orang. Adi Kurnia diketahui sebagai Komis B DPRD Jakarta.

"Maksudnya bukan menegur tapi mencari klarifikasi yang sebenar beritanya bagaimana. Lagi pula kalau misalnya yang berkembang itu kan kalau dilihat dari hasil rapat itu juga kan tidak ada secara tendensius menuduh seseorang. Terus Pak Adi juga kan menyampaikannya di forum rapat," ungkapnya.

Jika memang apa yang disampaikan Adi ada yang tidak berkenan bisa minta maaf. Terkait salah atau tidaknya Adi menurut Rani tergantung tergantung gimana cara pandangnya.

"Namun, permintaan maafnya normal aja tapi kalau misalnya permintaan maafnya harus secara publik kita harus tau dulu salahnya di mana? Makanya diklarifikasi dulu makanya saya nggak berani bilang lebih lanjut akan begini atau begitu," kata Rani.

Rani mengungkapkan dalam waktu dekat ini pihaknya sudah bisa duduk bareng bersama Adi dan Ketua Komis B DPRD Jakarta. Dia menegaskan bahwa apa yang disampaikan Adi dianggapnya tidak tendensius.

"InsyAllah katanya sih hari ini atau minggu depan kita udah bisa koordinasi dengan ketua komis B, tadi saya udah bilang kita akan duduk bareng, kita ngobrol, kita klarifikasinya apa, karena saya sendiri tidak tau masalahnya itu dari siapa yang keberatan, siapa yang membuat ini heboh gitu. Tapi ini diklarifikasi dulu ya takut salah ya, memang tidak menyebut ini yang nonton, tidak ada kan, dan tidak tendensius," tuturnya.

Menurutnya apa yang disampaikan oleh Adi itu korelasinya terkait dengan kecelakaan TransJakarta yang terjadi secara berulang kali. Dan kejadian tersebut menurutnya berdasarkan alasan yang tidak masuk akal.

"Korelasinya mungkin maksudnya ketika jajaran direksi masih bisa rapat sambil senang-senang. Tetapi, di bawah pengemudi ada apa? Ada beban kah atau ada apakah, gitu aja sih. Sampai kecelakaannya beruntun gitu kan, itu kan kemarin rapat kerjanya karena kecelakaan setiap hari ada dengan alasannya rada tidak masuk akal kan. Maksudnya ya ada yang karena aqua gelinding, ada dongkrak, kan gitu-gitu ya, jadi kita klarifikasi, kita menginvestigasinya itu," pungkasnya.

(dwia/dwia)