Diultimatum Keluarga Eks Dirut TransJ, Adi Kurnia Ngaku Siap Klarifikasi

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 17:38 WIB
Wakil Sekretaris Fraksi Gerindara, Adi Kurnia Setiadi
Legislator DPRD DKI F-Gerindra, Adi Kurnia (dok. Pribadi)
Jakarta -

Keluarga almarhum Sardjono Jhony mengultimatum anggota DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia segera meminta maaf terkait video viral direksi TransJ rapat sambil nonton tari perut. Merespons hal itu, Adi mengaku siap memberikan klarifikasi.

"Ya kalau toh emang dibutuhkan ya kenapa nggak. Kalau niatnya emang untuk kebaikan dan dibutuhkan, kenapa nggak. Karena saya dengan almarhum hubungannya cukup baik kok," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/12/2021).

Adi mengatakan dirinya tidak pernah menyebutkan nama atau menyebarkan video terkait rapat direksi TransJ tersebut.

"Saya tidak pernah menyebut nama almarhum. Kecuali kalau saya menyebut nama almarhum, terus saya menyebarkan itu video, itu namanya saya membunuh karakter orang atau melukai perasaan keluarga almarhum," ujarnya.

"Ini kan saya normatif di forum disaksikan secara audio dan visual saya hanya bicara bahwa pemimpin itu selain pintar juga harus berakhlak," sambung Adi.

Lebih lanjut, menurut Adi permasalahan yang terjadi saat ini adalah kesalahpahaman dan miskomunikasi. Oleh sebab itu, Adi mengaku siap dimintai pertanggungjawaban.

"Ini menurut saya miskom saja, salah paham. Karena saya sebagai wakil rakyat, anggota dewan punya pengawasan, punya fungsi kontrol, untuk bagaimana aduan masyarakat ini saya tindak lanjuti, saya ingatkan agar ke depannya TransJ ini lebih baik lagi," terangnya.

"Intinya, apa yang dituduhkan oleh keluarga Almarhum kepada saya itu fitnah, saya menganggap ini miskom. Saya nggak pernah menyebarkan video. Silakan saya berani pertanggungjawabkan ucapan saya," sambung Adi.

Diketahui sebelumnya, keluarga almarhum Sardjono Jhony mengultimatum pihak Adi Kurnia segera meminta maaf terkait video yang viral.

"Saya tegaskan untuk yang terhormat Bapak Adi Kurnia, kita sesama muslim ya, saya keluarga Tubagus Martadipura sangat tersinggung dengan video yang beredar saat ini," ujar juru bicara keluarga Tubagus Amir Martadipura, R Tonny Hydrato, kepada wartawan, Selasa (14/12).

"Dalam waktu 2x24 jam, saya minta secara gentle, tolong Anda meminta maaf. Datang langsung ke rumah kontrakan almarhum, jangan mencari pembenaran diri sendiri. Kalau tidak, akan saya laporkan secara hukum," sambungnya.

(aud/aud)