Gubernur Kalteng Minta RS dan Faskes Layani Semua Masyarakat

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 11:35 WIB
Pemprov Kalteng
Foto: Pemprov Kalteng
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya mewujudkan pembangunan dan pengembangan sektor kesehatan. Dengan luas 1,5 kali dari pulau Jawa, Kalteng menuntut inovasi dan terobosan pimpinan daerah dalam hal pemerataan dan aksesibilitas masyarakat untuk mendapat layanan kesehatan yang merata dan memadai.

Komitmen di bidang kesehatan ini tertuang dalam misi Pemprov Kalteng butir ke-4, yakni mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing. Dalam setiap kesempatan, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menegaskan layanan kesehatan harus merata dan wajib dinikmati oleh setiap warga negara, karena hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia.

"Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Kalimantan Tengah tidak boleh ada yang menolak dan tidak melayani pasien kurang mampu atau miskin, mereka wajib dilayani, semua pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi, jika pemerintah kabupaten dan kota tidak mampu membiayainya," ujar Sugianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/12/2021).

Untuk menunjukkan keseriusannya, Sugianto pun tidak jarang melakukan sidak ke rumah sakit untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Puluhan pasien berasal dari warga kurang mampu yang mengidap penyakit berat dan kronis seperti jantung, tumor dan lain-lain, dibantu dan dibiayai pengobatannya baik oleh Pemprov Kalteng maupun dibantu secara pribadi oleh Sugianto. Pasien-pasien tersebut ada yang bisa ditangani di daerah, namun sebagian besar dirujuk ke rumah sakit luar Kalteng, karena keterbatasan peralatan medis yang ada di daerah.

Dirinya menilai salah satu peralatan medis yang sangat mendesak saat ini harus ada di daerah adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Peralatan medis ini sangat dibutuhkan khususnya bagi pasien penderita jantung.

Meskipun harganya cukup mahal, Sugianto menyatakan tahun 2022 Pemprov Kalteng akan melakukan pengadaan, dan nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Kalteng.

"Kita jangan berpikir berapa anggaran yang harus disediakan, tapi berpikir manfaatnya. Dengan adanya MRI ini warga Kalimantan Tengah tidak perlu lagi berobat ke luar provinsi, khususnya bagi penderita jantung, sehingga operasi bisa dilakukan di Palangka Raya. Hal ini tentu sangat efisien dan efektif," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. Gambar dari hasil MRI dapat membantu dokter mendiagnosis berbagai masalah seputar kesehatan.