ADVERTISEMENT

3 WNA Probable Omicron Dikarantina di Sulut Bareng 126 Penumpang Pesawat

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 14:57 WIB
covid-19 omicron variant vaccination concept
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Teka77)
Manado -

Sebanyak 3 warga negara asing (WNA) yang datang ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut), terdeteksi probable COVID-19 varian Omicron. Saat ini mereka dikarantina bersama 126 penumpang yang satu pesawat dengan mereka.

"Jadi dikarantina lagi mereka, diambil lagi sampel swab 126 orang teman satu pesawat dari 3 yang probable itu," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulut dr Steaven P Dandel, Kamis (16/12/2021).

Selain 3 probable Omicron, ditemukan 3 orang lain yang positif COVID-19. Keenam orang tersebut saat ini karantina di rumah sakit (RS). Sementara 126 orang yang sama-sama menjadi penumpang bersama keenam orang pasien COVID-19 tersebut menjalani karantina di hotel.

Dia mengatakan pihaknya juga melakukan karantina terhadap pihak yang punya kontak erat dengan ketiga probable Omicron. Diketahui, ketiga orang berstatus probable Omicron tersebut ialah WN China.

Selain dia, 3 penumpang pesawat yang sama positif COVID-19. Steaven mengatakan WNA tersebut ialah tenaga kerja asing (TKA) yang datang ke Manado hanya untuk transit.

"Karena sekali lagi tenaga kerja yang ada di Sulut hanya transit di sini, mereka akan menuju beberapa site lokasi projects nasional yang di luar Sulut. Jadi mereka semua hanya proses transit, dan kita lakukan karantina secara ketat," jelasnya.

Mereka tiba sejak 7 Desember menggunakan pesawat carteran. Steaven menjelaskan, keenam orang tersebut tidak mengalami gejala dan saat ini tengah menjalani isolasi di rumah sakit.

"Jadi sekali lagi saya tekankan ya, dari 6 WNA yang positif, 3 probable, dan tiga lainnya positif tidak terindikasi ke arah varian Omicron," ucap Steven.

Menurutnya, ketiga orang itu menggunakan pesawat yang sama dengan total 126 orang. Makanya untuk saat ini, semua telah dilakukan karantina.

Menurut dia, di bandara terdapat dua sumber kedatangan pelaku perjalanan luar negeri, yang pertama adalah TKA dari penerbangan carter. Jadi disesuaikan dengan carter flight. Kemudian yang kedua, kata dia, penerbangan langsung dari Singapura-Manado.

"Itu yang kita ketat juga, jadi makanya kita harus mengkarantina 10 hari, kenapa kami tidak memberi dispensasi sehari pun, yang namanya karantina 10 hari itu wajib," katanya.

(jbr/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT