WN China Probable Omicron di Manado TKA Transit, Kini Dikarantina

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 13:40 WIB
covid-19 omicron variant vaccination concept
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77)
Manado -

Tiga tenaga kerja asing (TKA) yang tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado dinyatakan sebagai probable COVID-19 varian Omicron. Tiga TKA asal China itu berada di Manado untuk keperluan transit semata.

"Jadi mereka semua hanya proses transit, dan kita lakukan karantina secara ketat," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulut dr Steaven P Dandel, Kamis (17/12).

Steaven menekankan, ketiga warga negara asing itu tiba di Manado pada 7 Desember 2021 lalu. Mereka berada di Manado untuk transit menuju lokasi proyek nasional yang berada di luar Sulawesi Utara (Sulut).

"Karena sekali lagi tenaga kerja yang ada di Sulut hanya transit di sini, mereka akan menuju beberapa site lokasi projects nasional yang di luar Sulut," ungkapnya.

Tiga WN China probable Omicron itu sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 bersama 3 TKA lainnya. Keenam orang tersebut tidak mengalami gejala. Saat ini keenam TKA itu juga tengah menjalani karantina.

"Jadi sekali lagi saya tekankan ya, dari 6 WNA yang positif, 3 probable, dan tiga lainnya positif tidak terindikasi ke arah varian Omicron," ucap Steaven.

"Sampai sekarang statusnya disebut probable. Jadi sampai sekarang statusnya disebut probable," imbuh dia.

Penumpang Pesawat yang Sama Dikarantina

Enam TKA asal China itu menumpang pesawat yang sama dengan total 126 lainnya. Semua kontak erat dari keenam TKA tersebut sudah dikarantina.

Selain itu, penumpang yang satu pesawat dengan keenam pasien COVID-19 tersebut ikut dikarantina dan tak diizinkan melanjutkan perjalanan.

"Jadi dikarantina lagi mereka, diambil lagi sampel swab 126 orang teman satu pesawat dari 3 yang probable itu. Termasuk juga memperluas orang lokal yang sudah sempat kontak, tapi kita berharap tidak banyak," tutur Steaven.

Saat ini di Bandara Sam Ratulangi Manado telah dilakukan pemeriksaan secara ketat bagi pelaku perjalanan yang datang di Sulut.

Steaven mengungkapkan pihaknya selama ini telah mengantisipasi terhadap masuknya kasus Omicron di Sulut.

Menurut dia, di bandara terdapat dua sumber kedatangan pelaku perjalanan luar negeri. Yang pertama adalah TKA dari penerbangan carter. Jadi disesuaikan dengan charter flight. Kemudian yang kedua, kata dia, penerbangan langsung dari Singapura-Manado.

"Itu yang kita ketat juga, jadi makanya kita harus mengkarantina 10 hari, kenapa kami tidak memberi dispensasi sehari pun, yang namanya karantina 10 hari itu wajib," katanya.

Simak video 'Jenis Masker yang Perlu Diperhatikan Agar Terhindar dari Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)