ADVERTISEMENT

Ini Alasan Satgas COVID Beri Diskresi Karantina Mandiri bagi Pejabat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 17:50 WIB
Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pejabat eselon satu ke atas diberi hak karantina mandiri usai perjalanan dari luar negeri. Satgas COVID-19 memberikan penjelasan alasan pejabat diberi hak karantina mandiri.

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pejabat menjalankan tugas pelayanan publik saat menjalani karantina sehingga diberi hak karantina mandiri dan masa karantina lebih pendek.

"Pemberian diskresi berupa kewenangan pemilihan tempat fasilitas karantina mandiri ataupun pengurangan durasi karantina kepada eselon satu ke atas yang melakukan tugas kenegaraan semata-mata untuk memastikan pelayanan publik dapat tetap dijalankan tugasnya untuk kepentingan masyarakat," kata Wiku di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/12/20210.

Pemberian karantina mandiri kepada pejabat tetap selektif. Hal itu, kata Wiku, agar tetap memperkecil peluang penyebaran virus Corona.

"Meski demikian, pemberian diskresi tersebut sangat terbatas dan selektif karena prioritas pemerintah adalah memperkecil potensi importasi kasus dan yang perlu diingat adalah kebijakan ini berlaku secara individual," ujarnya.

Wiku mengingatkan pejabat yang diberi diskresi karantina mandiri bertanggung jawab. Pejabat yang melakukan karantina mandiri harus melaporkan perkembangan karantina kepada Satgas COVID-19.

"Untuk itu, pemerintah meminta kepada siapa pun yang memiliki kewenangan mengajukan diskresi agar menjalankan haknya secara bertanggung jawab, mengingatkan setiap pelaku perjalanan internasional memilik risiko tertular yang sama dengan masyarakat yang lain. Maka ditekankan bahwa diskresi ini tetap mewajibkan pelayan publik untuk tetap melakukan karantina," imbuhnya.

Simak Video: Pelaku Perjalanan Internasional Wajib Karantina 14 Hari

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT