ADVERTISEMENT

Aturan Terbaru PPKM Level 1 Jakarta-Pembatasan Khusus di Natal dan Tahun Baru

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 17:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid At-Tabayyun Jakbar. Anies dan jemaah kemudiaan melaksanakan salat Jumat.
Anies Baswedan (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta kembali memberlakukan PPKM level 1 hingga 3 Januari 2022. Namun, ada sejumlah pembatasan khusus selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

Pembatasan khusus selama Natal dan Tahun Baru itu diberlakukan selama 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1473 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 COVID-19. Kepgub itu diteken Gubernur DKI Anies Baswedan pada 13 Desember 2021.

"Menetapkan PPKM Level 1 COVID-19 selama 21 hari terhitung sejak 14 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022," demikian bunyi keputusan kesatu dalam Kepgub yang dilihat Kamis (16/12/2021).

"Dengan ketentuan pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 berlaku pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," sambungnya.

Kepgub tersebut mengatur pembatasan di pusat perbelanjaan atau mal selama Libur Natal dan Tahu Baru. Di antaranya, melarang acara pergantian tahun atau old and new year di ruang terbuka maupun tertutup karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

Selain itu, jam operasional mal diperpanjang menjadi pukul 09.00-22.00 WIB dengan syarat pengunjung dibatasi 75 persen.

"Meniadakan event perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 di pusat perbelanjaan dan mal, kecuali pameran UMKM," demikian diatur dalam Kepgub tersebut.

Selanjutnya, kegiatan seni budaya dan olahraga dibolehkan selama libur Natal dan Tahun Baru dengan syarat dilakukan tanpa penonton. Sedangkan kegiatan yang bukan perayaan Natal dan Tahun Baru lainnya, seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat serta dihadiri tidak lebih dari 50 orang.

Meski demikian, pawai serta arak-arakan di lokasi-lokasi tersebut dilarang selama tahun baru.

"Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara old and new year baik terbuka maupun yang berpotensi menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Sedangkan di tempat wisata maupun area publik diberlakukan ketentuan sebagai berikut:

1. Penerapan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas
2. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak
3. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup
4. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif
5. Membatasi kegiatan masyarakat termasuk seni budaya yang menimbulkan kerumunan yang berpotensi penularan COVID-19
6. Aktivitas pada lokasi taman umum dihentikan pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022.

(taa/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT