Keluarga Eks Dirut Klarifikasi Video Viral Direksi TransJ Nonton Belly Dance

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 14:37 WIB
Pihak keluarga eks Dirut TransJ Sardjono Jhony, Tjahyadi, memberi klarifikasi mengenai viral direksi TransJ nonton belly dance. (Foto: Anggi/detikcom)
Pihak keluarga eks Dirut TransJ Sardjono Jhony, Tjahyadi, memberi klarifikasi mengenai viral direksi TransJ nonton belly dance. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Keluarga eks Direktur Utama (Dirut) TransJakarta almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo memberikan klarifikasi terkait video viral direksi TransJ rapat sambil menonton tari perut atau belly dance. Juru bicara keluarga Sardjono, Tjahyadi, mengatakan video tersebut terjadi hampir dua tahun yang lalu.

"Peristiwa yang disebut oleh oknum anggota DPRD tersebut terjadi hampir dua tahun yang lalu, bertempat di Turki Restoran, Kemang, Jakarta Selatan," ujar Tjahyadi kepada wartawan, Selasa (14/12/2021).

Tjahyadi menjelaskan, saat itu direksi TransJ tengah rapat kerja membahas visi-misi almarhum Sardjono Jhony sebagai Dirut TransJ yang baru dengan tujuan agar dipahami dan dijalankan oleh seluruh jajaran TransJ. Menurutnya, rapat dilakukan di luar kantor dan jam kerja supaya tidak ada kecanggungan di antara para pejabat.

"Pemilihan tempat di luar kantor dan di luar jam kerja adalah agar rapat berlangsung dengan lebih rileks, dengan maksud tidak ada kecanggungan para pejabat untuk menyampaikan masukannya," tuturnya.

Lebih lanjut Tjahyadi menegaskan para direksi TransJ tidak mengetahui adanya tarian belly dance di restoran tersebut. Tjahyadi menyebut, saat penari datang, tidak ada yang terpengaruh dan tetap fokus pada rapat.

"Penari tidak masuk setengah meter dari pintu tempat rapat, beliau-beliau membelakangi penari dan sama sekali tidak terpengaruh. Jadi semua fokus pada pembicaraan," kata Tjahyadi.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Jakarta, Jan Oratmangun, mengatakan rapat itu juga dihadiri oleh serikat pekerja dan jajaran direksi TransJ. Jan mengungkapkan rapat direksi TransJ bertujuan membahas program kerja, bukan untuk menikmati belly dance.

"Kami hadir ke sana bukan untuk menikmati tarian tersebut. Kami tidak tahu di sana ada itu. Kami pun di situ benar-benar untuk membahas apa yang akan dilakukan TransJ ke depannya," terang Jan.

Jan meminta pihak-pihak yang terlibat dalam menyebarkan video untuk segera melakukan klarifikasi.

"Kami mengimbau apa yang sudah diberitakan yang tidak sesuai dengan faktanya, tolong lakukan klarifikasi dan sesuaikan dengan fakta yang terjadi," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video direksi TransJakarta menonton belly dance yang dianggap striptis oleh anggota DPRD DKI Adi Kurnia. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan video itu sudah lama.

"Pertama, kejadian itu sudah lama, sudah setahun lebih," kata Aziz saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/12)

Video berdurasi 13 detik itu beredar di media sosial Twitter. Tampak seorang penari berjoget. Dalam video singkat itu terlihat beberapa anggota direksi TransJakarta menyantap makanan sambil membelakangi penari.

Aziz mengaku sudah mengklarifikasi video itu saat rapat bersama direksi TransJakarta. Aziz mulanya mendapatkan aduan dari karyawan TransJakarta mengenai video itu. Dia lantas menanyakan kebenaran video tersebut kepada Dirut PT TransJakarta saat itu.

"Saya klarifikasi ke beliau, 'Pak, ini sebenarnya kejadiannya gimana', 'Oh kita nggak sengaja, Pak, orang kita lagi makan tiba-tiba ada penampilan begitu'. Tapi kan saya pegang pernyataan itu, 'Saya mohon maaf, Pak, itu di luar kontrol kita, nggak terulang lagi, saya minta maaf'. Ya sudah, selesai," jelasnya.

(drg/tor)