Teror Nasabah, Eks Direktur Pinjol Dipenjara 5 Bulan

Andi Saputra - detikNews
Senin, 13 Des 2021 14:04 WIB
Kantor Pinjol Ilegal di Sleman Digrebek, Ini Nasib Karyawannya
Operator pinjol di Sleman digerebek (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara kepada mantan direktur pinjol, Christoper (24). Warga Tangerang itu terbukti menyuruh anak buahnya melakukan teror ke nasabah pinjol.

"Menyatakan Terdakwa Christoper tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua penuntut umum. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 bulan dan denda sejumlah Rp 2 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana Kurungan selama 1 bulan," demikian bunyi putusan PN Lubuk Pakam yang dilansir websitenya, Senin (13/12/2021).

Dalam dakwaan diceritakan seorang nasabah, BM meminjam ke pinjol sebesar Rp 1,5 juta pada awal Juni 2021. Uang ditransfer dengan potongan Rp 400 ribu sehingga uang yang ditransfer ke rekening BM sebesar Rp 1,1 juta. BM diberi waktu 14 hari untuk mengembalikan utangnya.

Pada 10 Juni 2021, anak buah Christoper yaitu Dea membuat Grup WhatsApp dengan mengundang sesama penagih utang pinjol. Sebab, hingga mendekati waktu pelunasan, BM baru melunasi Rp 720 ribu.

Di grup WhastApp itu, BM mulai diteror dengan kata-kata kasar. Kemudian Dea menteror BM.

"KAU MAU CARI 640, HARI INI SAMPAI JAM 3 SORE APA AKU UNDANG KONTAK" demikian bunyi WhatsApp Dea ke korban.

Korban yang sudah pasrah karena diteror akhirnya pasrah. Sejurus kemudian, Dea menyebar poster yang berisi foto korban dengan tulisan:

DICARI BURONAN

Dea kemudian juga menulis keterangan bila korban sebagai buronan kasus narkoba dan menulis sebagia buronan Kepolisian. Yaitu:

DIA JUGA SEORANG PENGEDAR NARKOBA YANG SEDANG DICARI POLISI, YANG TAU KEBERADAANNYA BALAS PESAN INI!.

Dea mengaku melakukan penagihan dengan cara tersebut atas arahan pimpinan. Anak buah diminta agar menagih kepada nasabah yang menunggak, tidak menepati janji dan tidak kooperatif, boleh dengan menggunakan kata-kata kasar dan kotor, mengandung SARA, norma kesusilaan, penghinaan, pencemaran nama baik dan pengancaman.

Dea selaku operator diberi target agar dalam waktu 3 hari, korban harus melunasi utangnya. Dalam satu hari, Dea melakukan hal itu ke 10 korban. Targetnya 10 persen dari yang ditaguh mau membayar. Bila tidak sesuai target, maka operator akan dipecat.

"Hal yang memberatkan perbuatan Terdakwa telah merugikan saksi Korban," ucap majelis.

Lihat juga Video: Polri Ungkap Jaringan Pinjol Ilegal, Sita Rp 217 Miliar

[Gambas:Video 20detik]