Dua Perekam Sisca Mellyana di Ubud Tak Dipolisikan, tapi Disanksi Adat

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 20:04 WIB
Sisca Mellyana (Instagram Sisca Mellyana @siscamellyana22_official)
Foto: Sisca Mellyana (Instagram Sisca Mellyana @siscamellyana22_official)
Jakarta -

Selebgram Sisca Mellyana dan pasangan memergoki adanya orang asing yang secara diam-diam masuk ke vila tempatnya menginap di wilayah Ubud, Bali untuk mengintip dan merekam aktivitas pribadinya bersama pasangan. Sisca memutuskan untuk tidak melanjutkan ke proses hukum namun kedua orang tersebut mendapatkan sanksi adat.

"Jadi memang kita dimediasi karena orang tuanya sakit, orang tuanya datang ke Polsek juga sama ya Kelian Banjar sana, 'yaudahlah mbak kita yang hukum dia secara adat'," ujar Sisca saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).

Sisca mengatakan jika hukuman adat tersebut berlaku kepada kedua orang yang merekam secara diam-diam. Selain itu, orang tua dari pelaku juga mendapatkan hukuman adat.

"Iya dapat. Mereka suruh bersihin banjar, nggak boleh keluar rumah 3 bulan, orang tuanya juga dikucilkan ya," jelas Sisca.

"Kalau adat Bali itu lebih keras daripada cuma di sel doang. Dan itu lebih berat daripada di kepolisian," sambungnya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/12/2021). Sisca tak terima dan mempersoalkan kejadian tersebut. Sisca memastikan pelaku bukan pegawai vila, melainkan warga setempat. Inisial pelaku pun dibeberkan Sisca.

"(Pelaku) bukan (pegawai vila), itu warga sekitar. Dia memang sengaja naik, manjat pohon, dan masuk vila. Namanya IMS, yang satu lagi IMM," kata Sisca kepada detikcom, Jumat (10/12/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/12/2021). Sisca tak terima dan mempersoalkan kejadian tersebut. Sisca memastikan pelaku bukan pegawai vila, melainkan warga setempat. Inisial pelaku pun dibeberkan Sisca.

"(Pelaku) bukan (pegawai vila), itu warga sekitar. Dia memang sengaja naik, manjat pohon, dan masuk vila. Namanya IMS, yang satu lagi IMM," kata Sisca kepada detikcom, Jumat (10/12/2021).

Hal ini membuat pecalang, tokoh adat, hingga polisi setempat turun tangan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.