ADVERTISEMENT

Tahanan Polsek Katikutana Sumba Barat Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Antara - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 17:04 WIB
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto.
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto. (Dok. Polres Sumba Barat/Antara)
Sumba Barat -

Tahanan Polsek Katikutana, Arkin, meninggal diduga karena dianiaya saat menjalani proses hukum. Propam Polres Sumba Barat kini tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Dilansir Antara, Minggu (12/12/2021), Arkin ditahan lantaran diduga mencuri ternak dan menganiaya korbannya. Arkin ditemukan tak bernyawa pada Kamis, 9 Desember kemarin.

"Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Sumba Barat akan melakukan penyelidikan dan proses hukum terkait adanya dugaan anggota Polres Sumba Barat yang melakukan tindak penganiayaan terhadap salah seorang tersangka dan meninggal di ruang tahanan Polsek Katikutana," kata Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto.

Irwan mengatakan Seksi Propam Polres Sumba Barat telat memeriksa petugas piket yang menjaga sel saat Arkin ditahan pada Rabu (8/12) lalu. Irwan menegaskan Propam Polres Sumba Barat juga memeriksa anggota yang menginterogasi Arkin seusai penangkapan.

"Dari hasil pemeriksaan nantinya akan dilihat apabila ditemukan adanya tindakan anggota yang tidak sesuai prosedur, maka akan dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku," imbuh Irwan.

Irwan mengimbau keluarga Arkin dan masyarakat setempat untuk mempercayakan penanganan penyelidikan tewasnya Arkin kepada pihaknya. Irwan memastikan sanksi disiplin ataupun kode etik akan dikenakan kepada anggota yang terbukti menganiaya.

"Polres Sumba Barat akan melakukan penyelidikan dan proses hukum secara transparan sesuai aturan yang berlaku," pungkas Irwan.

Kasus tewasnya Arkin di tahanan Polsek Katikutana viral di media sosial setelah anggota keluarga Arkin membagikan cerita kronologi penangkapan oleh pihak kepolisian di rumah Arkin pada Rabu lalu.

Berdasarkan cerita keluarga, mereka menerima kabar Arkin meninggal dunia di dalam tahanan pada Kamis (9/12). Keluarga pun kaget. Keluarga menyebutkan sejumlah luka pada jenazah. Di antaranya memar pada wajah dan tangan, hidung mengeluarkan darah, tangan kiri patah dan mirip luka tembakan.

(aud/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT