Polisi soal WN Iran 10 Kali Bolak-balik ke RI: Tak Ada yang Mencurigakan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 16:51 WIB
JAKARTA, INDONESIA - APRIL 25: Airline and airport staff walk though the nearly empty Soekarno-Hatta International Airport on April 25, 2020 in Jakarta, Indonesia. As Muslims mark the start of Ramadan, Indonesia announced a temporary ban on nearly all travel into and out of the country including by air, boat, train and road to prevent the spread of COVID-19. (Photo by Ed Wray/Getty Images)
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Getty Images/Ed Wray)
Jakarta -

Warga negara (WN) Teheran, Iran, Ghassem Saberi Gilchalan, diadili karena memakai paspor palsu saat datang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Ghassem sudah bolak-balik ke Indonesia sebanyak 10 kali dengan menggunakan paspor Bulgaria palsu dan membawa 10 handphone yang berbeda. Apa yang sebenarnya WN Iran ini lakukan?

Kanit Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Suwandi menjelaskan Ghassem ditangkap polisi pada Mei 2021. Polisi lantas memeriksa 10 HP Ghassem tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

"Diperiksa dan tidak ada yang mencurigakan," ujar Suwandi saat dihubungi, Jumat (10/12/2021).

Suwandi membeberkan awal mula penangkapan Ghassem. Saat itu, pihak Imigrasi curiga terhadap Ghassem karena diduga menggunakan paspor palsu.

Imigrasi pun memberikan temuan itu kepada kepolisian. Polisi pun menangkap Ghassem dan mendapati paspor Bulgaria miliknya memang palsu.

"Kita tahunya itu dapat informasi dari Imigrasi bahwasanya ada warga negara waktu masuk itu diduga menggunakan paspor palsu. Waktu dia mau balik ke sini, termonitor sama kita. Ya ya sudah kita amankan," tuturnya.

"Nah dari situlah kita tahu bahwasanya dia sudah bolak-balik ke Indonesia itu. Kita sudah cek ke Kedutaan Bulgaria yang dia pakai paspornya itu. Dia (Kedutaan Bulgaria) nyatakan bahwa itu fake atau palsu. Kemudian kita amankan. Kita lakukan penyidikan di sini karena menggunakan dokumen palsu berupa paspor," sambung Suwandi.

Lebih lanjut, Suwandi mengungkapkan motif Ghassem bolak-balik Indonesia sebanyak 10 kali. Suwandi menyebut Ghassem terus-menerus berdalih bahwa dirinya datang ke Indonesia sekadar untuk berwisata.

"Awalnya dia nggak cerita terus terang ya, karena kita kan nggak bisa maksa juga. Pengakuan dia sih dalam rangka wisata. (Kita tanya) 'wisata kok nggak sama keluarga?'. (Ghassem jawab) 'ya kan masih pandemi, Pak'. Dia nggak ngomong lain-lain, bahasanya dia hanya kunjungan wisata kalau pengakuannya dia ya," terangnya.

Berdasarkan pengakuan Ghassem, Suwandi mengatakan Ghassem memang sering pergi ke Jakarta dan Bali. Suwandi menekankan kepolisian hanya fokus pada perbuatan Ghassem yang memakai paspor palsu untuk bolak-balik ke Indonesia.

"Untuk wisata, dia berkunjung ke Indonesia dalam rangka wisata. Makanya dia bilang, 'saya dari Bali, wisata di Bali ini kan bagus', menurut dia. Sebatas itu. Kita hanya mempermasalahkan masalah dokumen palsu paspor, itu yang kita permasalahkan di situ," imbuh Suwandi.

Sebelumnya, WN Iran, Ghassem Saberi Gilchalan, diadili di PN Tangerang karena tertangkap memakai paspor palsu saat datang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Seperti apa?

Dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (10/12), Ghassem di PN Tangerang didakwa menggunakan dokumen perjalanan palsu. Ghassem masuk ke Indonesia pada 19 Mei 2021.

Begini rangkaian Ghassem masuk ke Indonesia:

Ghassem tertangkap menggunakan dokumen paspor palsu pada 19 Mei 2021 di Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Qatar Airways QR956 rute Doha-Jakarta. Dia datang menggunakan paspor Bulgaria, tapi saat pihak Imigrasi mengecek paspor tersebut ke Kedutaan Bulgaria, ternyata ditemukan paspor Ghassem palsu.

Ghassem juga mengakui paspor Bulgaria itu palsu saat pemeriksaan. Ghassem mengaku tujuan dia menggunakan paspor palsu agar mendapatkan visa B211A/izin tinggal di Indonesia.

Saat Ghassem diamankan, ditemukan 3 paspor, yakni 1 paspor Bulgaria atas namanya, tanggal-bulan-tahun pembuatan 10-11-2013 sampai 10-11-2018; 1 buah paspor Bulgaria atas namanya juga tanggal-bulan-tahun pembuatan 18-02-2020 sampai 18-02-2030, dan 1 buah paspor Iran atas namanya tanggal-bulan-tahun pembuatan 29-10-2018 sampai 29-10-2023. Dua paspor Bulgaria dinyatakan palsu dan yang paspor Iran itu asli.

Dalam dakwaan jaksa, Ghassem merupakan warga negara Iran. Ghassem mendapat paspor Bulgaria dari temannya bernama Sayad dengan cara membeli.

Selain membawa paspor, Ghassem membawa 10 handphone, 1 tablet iPAD, 1 unit iPod, dan 2 buah modem.

Rinciannya merek handphone yang dibawa: 1 unit HP merek Samsung, 1 unit HP merek Nokia (rugged), 1 unit HP merek iPhone putih model A1524, 1 unit HP merek iPhone warna hitam, 1 unit HP merek Huawei warna hitam, 1 unit HP merek Huawei warna biru, 1 unit HP merek iPhone warna putih model A1530, 1 unit HP merek Nokia 3310 warna biru, 1 unit HP merek Samsung warna putih Duos, dan 1 unit HP merek Nokia warna hitam lengkung.

Ghassem saat ini telah diadili di PN Tangerang. Dia dinyatakan bersalah menggunakan dokumen palsu dan divonis 2 tahun serta denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.

(drg/dhn)