ADVERTISEMENT

Kronologi WN Iran Berpaspor Palsu dan Bawa 10 Ponsel Ditangkap di Soetta

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 12:57 WIB
Bandara Soekarno-Hatta raih penghargaan dari dunia internasional Skytrax World Airport Awards 2021 sebagai peringkat 10 kategori Worlds Best Staff Airport 2021
Foto Ilustrasi Bandara Soetta: Getty Images/Ed Wray
Jakarta -

Warga negara (WN) Tehran, Iran, Ghassem Saberi Gilchalan ditangkap di Bandara Soekarno Hatta (Soettta). Ghassem ditangkap karena masuk ke Indonesia memakai paspor palsu.

Dilansir putusan Mahkamah Agung (MA), Jumat (10/12/2021), Ghassem ditangkap oleh Anggota Satreskrim Polresta Bandara Soetta. Ghassem menggunakan paspor palsu Bulgaria.

Berikut kronologinya:

1. Tiba di Indonesia dari Doha

Pada 19 Mei 2021 sekira pukul 08.47 WIB dengan menggunakan Pesawat Qatar Airways QR956 Tujuan Doha-Jakarta.

Selanjutnya dilakukan Manifest ke Kantor Qatar Airyways serta melakukan pengecekan paspor tersebut ke Kantor Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta, yang hasilnya bahwa pihak Kedutaan Bulgaria menyatakan Paspor Bulgaria atas nama Ghassem Saberi Gilchalan dengan nomor Paspor 382509836 adalah Palsu.

2. Ghassem Diinterogasi

Pada 27 Mei 2021 tim SatReskrim Polres Kota Bandara Soekarno Hatta melakukan pengecekan history tiket di Qatar Airways dan didapati bahwa data bahwa Ghassem merubah tiket kepulangannya dari 18 Juli 2021 menjadi
tanggal 27 Mei 2021.

Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB Ghassem ditangkap di Area Keberangkatan Terminal 3 Internasional Soekarno Hatta. Berdasarkan hasil interogasi, Ghassem mengakui bahwa telah menggunakan Paspor Bulgaria yang merupakan palsu untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia pada Rabu 19 Mei 2021 sekira pukul 08.47 WIB.

"Tujuan menggunakan paspor
palsu tersebut agar mendapatkan VISA B211A/izin Tinggal di Indonesia," bunyi putusan MA.

Saat penangkapan, polisi menemui 3 paspor. 2 paspor Bulgaria yang dinyatakan palsu dan 1 paspor Iran asli.

3. Ghassem Bolak-balik RI 10 Kali

Hakim menyebut Ghassem sudah bolak balik ke Indonesia 10 kali menggunakan paspor palsu. Hal itu diketahui dari berita acara persidangan.

"Menimbang, bahwa namun demikian majelis hakim tingkat banding perlu memperbaiki tentang pertimbangan hal-hal yang memberatkan yang tidak terdapat didalam uraian putusan pada tingkat pertama, berdasarkan berita acara di persidangan diperoleh fakta hukum berdasarkan keterangan Terdakwa, bahwa Terdakwa Ghassem Saberi Gilchalan datang ke Indonesia sudah 10 kali mengggunakan Paspor Bulgaria palsu sehingga perbuatan tersebut merupakan hal-hal yang memberatkan," tegas majelis hakim.

4. Ghassem Divonis 2 Tahun Bui

Ghassem saat ini telah diadili di PN Tangerang. Dia dinyatakan bersalah menggunakan dokumen palsu dan divonis 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Atas putusan itu dia juga menyatakan banding. Di tingkat banding vonisnya diperkuat, dia tetap dipenjara selama 2 tahun dengan denda yang sama.

"Menyatakan terdakwa Ghassem Saberi Gilchalan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'orang asing dengan sengaja menggunakan dokumen perjalanan diketahui bahwa dokumen itu palsu'. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh
karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," bunyi putusan.

Simak juga '2 WN Turki Ditangkap Gegara Skimming ATM di Bali':

[Gambas:Video 20detik]




(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT